#pssi#konflikpssidenganpelatih#shintaeyong

Ketua Asosiasi Pelatih Indonesia Kecewa Sikap Shin Tae-yong

( kata)
Ketua Asosiasi Pelatih Indonesia Kecewa Sikap Shin Tae-yong
Manajer pelatih TImnas Indonesia Shin Tae-yong.Medcom.id/Rendy Renuki H

Jakarta (Lampost.co) -- Ketua Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APPSI) Yeyen Tumena turut mengomentari polemik yang terjadi antara Shin Tae-yong dan PSSI. Dia mengaku kecewa dengan sikap manajer pelatih Timnas Indonesia tersebut yang mengumbar polemik ke media di Korea Selatan.

Menurut dia, sikap yang diambil Shin Tae-yong tidak tepat. Yeyen menilai Shin Tae-yong seharusnya menghormati hubungan dengan federasi karena telah terikat kontrak.

Sehingga jika ada masalah, lebih baik diselesaikan di internal federasi saja. Bukan malah membeberkan ke luar, terlebih lewat media massa.

"Menurut saya, Shin Tae Yong silakan bekerja sesuai kontraknya dengan PSSI. Sebagai pelatih timnas, tentu dia harus berkoordinasi dengan dirtek (direktur teknik) terkait program kerjanya," kata Yeyen lewat pernyataan resmi, Rabu, 24 Juni 2020.

"Di mana-mana juga begitu. Entah itu programnya disetujui atau tidak lain cerita, silakan dibahas di internal, jangan lewat media massa," kata eks asisten pelatih Timnas tersebut.

Shin Tae-yong diketahui memiliki hubungan kurang harmonis dengan Indra Sjafri. Pelatih berusia 51 tahun itu tak terima dengan sikap Indra Sjafri saat menjadi asisten pelatih Timnas U-19.

Friksi bermula usai Timnas U-19 menggelar pemusatan latihan di Chiangmai, Thailand. Keputusan Indra Sjafri yang pulang terlebih dahulu di Bandara Soekarno-Hatta tak diterima dengan baik Shin Tae-yong.

Usai kejadian itu Indra Sjafri dicoret dari posisinya sebagai asisten pelatih. Namun, tak lama PSSI mengangkat Indra Sjafri menjadi direktur teknik, yang keputusannya dikomentari Shin Tae-yong.

"Ketika PSSI atau negara mana pun menunjuk pelatih asing, pastilah ada pemikiran transfer ilmu kepada pelatih lokal. Makanya selalu diselipkan pelatih lokal yang potensial untuk bisa belajar dan hal itu sah saja," ujar Yeyen.

"Jangan sampai begitu selesai kontrak sang pelatih asing, tidak ada jejaknya untuk dipakai membangun sepak bola nasional, pelatih lokal ini kan tujuannya jangka panjang," katanya.

Medcom



Berita Terkait



Komentar