#penggelapan

Ketua AEKI Lampung Tersangka Kasus Penggelapan

( kata)
Ketua AEKI Lampung Tersangka Kasus Penggelapan
Tersangka saat berada di Mapolda Lampung pada Jumat 12 Agustus 2022. (Foto: Lampost.co/Putri Purnama)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Lampung, Juprius, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana penggelapan. Juprius dibekuk Ditreskrimum Polda Lampung pada 30 Juli 2022 di Bogor, Jawa Barat. Sebelumnya, dia ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) sejak dua bulan lalu. 

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, Kompol Rosef Efendi mengatakan pihaknya mendapat laporan adanya dugaan tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh Juprius dan dilaporkan pada 2020 dengan total kerugian Rp1.629.540.000. 

"Jadi, pada 5 April 2017, korban atas nama SP mengirimkan kopi asker ke gudang milik tersangka di Jalan Ir. Sutami Eks Biji 88 Waylaga, Sukabumi, Bandar Lampung sejumlah 59,5 ton untuk dititipjualkan dengan harga Rp1,6 miliar dan dijanjikan akan dibayar satu bulan," katanya di Mapolda Lampung, Jumat, 12 Agustus 2022.

Namun, setelah kopi tersebut laku terjual, tersangka tidak memberikan uang hasil penjualan kopi kepada korban. Atas hal itu, korban melaporkan Juprius yang sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Way Kanan itu ke Polda Lampung. 

"Selanjutnya tersangka dibawa ke Polda Lampung untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka dan pada Minggu 31 Juli 2022, tersangka langsung ditahan di Rutan Polda Lampung," ujarnya.

Baca juga: Ketua AEKI Tempuh Hukum Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik

Adapun barang bukti yang berhasil disita diantaranya : 

1. Satu lembar nota PT. Uppenas Comodities No. 000211 tanggal 5 April 2017 an. SP berisi yang berisi penerimaan biji kopi dengan tagihan senilai Rp1.629.540.000 tanpa keterangan pembayaran.

2. Satu lembar nota PT. Uppenas Comodities No. 000218 tanggal 7 April 2017 an. SP yang berisi penerimaan biji kopi dengan tagihan senilai Rp1.321.250.000 dan keterangan pembayaran cek HL 182720 Mandiri tanggal 11-09-2017 senilai Rp1.000.000.000 dan menyisakan tagihan senilai Rp321.250.000.

3. Satu lembar nota PT. Uppenas Comodities No. 000224 tanggal 10 April 2017 an. SP yang berisi penerimaan biji kopi dengan tagihan senilai Rp228.030.000 dan menyisakan tagihan senilai Rp128.030.000.

4. Satu lembar fotokopi bonggol Cek Nomor 182720 tanggal 11/09/2017 atas nama SP PJR senilai Rp1.000.000.000.

5. Satu bundel rekap pengiriman biji kopi dari SP kepada JP dengan keterangan jumlah pengiriman, nilai per pengiriman/tagihan dan pembayaran.

Atas perbuatannya, tersangka JP dipersangkakan Pasal 372 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar