#kekeringan#kemarau#beritalampung#krisisairbersih

Warga Desa Kedaung Mengharapkan Bantuan Air Bersih

( kata)
Warga Desa Kedaung Mengharapkan Bantuan Air Bersih
Kondisi warga Desa Kedaung, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Telukbetung Timur yang mengalami kesulitan air bersih di musim kemarau ini. Lampost.co/Deta Citrawan


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini turut dirasakan oleh warga di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Telukbetung Timur, Bandar Lampung, dimana kesulitan memperoleh air bersih menjadi masalah utama.  

Romli salah seorang warga RT05, LK 2, Desa Kedaung, Kelurahan Sukamaju, mengatakan untuk memperoleh air bersih bagi keperluan sehari-hari harus memgambil secara langsung di sungai umbul kunci yang jaraknya kurang lebih 2 km dari desa.

Bahkan, tak sedikit juga selain memanfaatkan sumber air sungai.  Warga pun membeli air galon, sekedar untuk memenuhi kebutuhan air seperti memasak dan mandi. Hal itu telah terjadi sejak 4 sampai 5 bulan belakangan ini. "Biasanya kami ambil air di sungai umbul kunci pakai plastik terus dilapisi karung, atau pakai jerigen. Warga ada juga yang beli galon buat  kebutuhan sehari-hari, ya untuk masak sama mandi," ujar Romli, Selasa, 17 September 2019.

Menurutnya, kurang lebih sebanyak 135 Kepala Keluarga (KK) atau 500 orang yang tinggal di desa tersebut, mengalami dampak kekeringan yang berakibat pada sumur-sumur telah mengering. "Karena sumur-sumur warga disini sudah pada kering. Malahan ada yang sumurnya sampai 12 meter tapi enggak ada airnya juga," kata dia.

Dirinya menjelaskan, dalam sehari bisa sampai 3 kali mengangkut air dari sungai. "Seharinya kita tiga kali angkut. Minimal satu drum untuk sehari semalam, kalau yang beli galon satu galon Rp4 ribu bisa 3-5 galon untuk masak dan mandi pagi. Bahkan ada yang beli 25 jeriken itu Rp70 ribu untuk 4 hari," jelasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Leni,  warga setempat yang turut mengalami dampak kekeringan. Sehingga harus berupaya keras untuk dapat memperoleh air bersih sebagai salah satu kebutuhan sehari-hari. "Kalau enggak ke sungai mau kemana lagi kita dapet air mas. Kadang beli juga agak berat, karena sekali beli lumayan uangnya. Tapi airnya cuma bisa kepake beberapa hari aja," ungkapnya.

Pihaknya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan pasokan air bersih ke masyarakat yang ada di Desa Kedaung, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari. "Kami berharap dari pemerintah dapat memberikan bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari," harapnya.

Deta Citrawan







Berita Terkait



Komentar