#lampung#programkartupetaniberjaya

Kesuksesan PKPB Perlu Dukungan Perbankan

( kata)
Kesuksesan PKPB Perlu Dukungan Perbankan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menggelar rakor sinergitas pelayanan perbankan dengan Progran Kartu Petani Berjaya di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kamis, 12 Desember 2019. Dok. Humas Pemprov Lampung

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kesuksesan Program Kartu Petani Berajaya (PKPB) harus didukung semua pihak, terutama sinergisitas perbankan dalam memberikan akses permodalan. Sebab, selama ini petani masih sulit mendapatkan akses permodalan melalui kredit usaha rakyat.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur dalam rapat koordinasi sinergitas pelayanan perbankan dengan Progran Kartu Petani Berjaya di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kamis, 12 Desember 2019. "Ini disebabkan minimnya informasi mengenai petani sebagai calon debitur dalam Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) dan tidak tersedianya agunan tambahan sebagai salah satu syarat penyaluran KUR. Hari ini saya harapkan kita semua menemukan solusi terhadap hal ini," ujarnya.

Arinal mengungkapkan perlunya sinergitas yang dibangun dengan kalangan perbankan terutama dalam hal sinergitas sistem masing-masing bank yang mendukung terlaksananya Program KPB untuk layanan e-money dan e-payment.

Selain itu, strategi penggunaan link dan QRIS dalam penetrasi literasi dan inkuisi pada tingkat petani. Selain itu, validasi data alokasi KUR di masing-masing bank dari provinsi sampai kepada layanan terakhir, alokasi data KUR sektor pertanian di seluruh bank dan CSR bank. Semua diharapkan dapat dialokasikan untuk pemberdayaan petani.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung Budiharto Setyawan menyampaikan informasi dari sektor pertanian yang menurun dari tahun ke tahun dari data pertanian terakhir 28%, perindustrian 19%, dan  perdagangan 12%. Namun, dilihat dari pertumbuhannya pertanian 0,65% dan perdagangan 7,79%.

“Melihat data–data tersebut, PKPB akan menjadi jawaban bagi peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan perekonomian. Bank Indonesia berkepentingan terhadap suksesnya program di sektor pertanian ini karena hal tersebut langsung terkait dengan pengendalian inflasi,“ katanya.

Sementara Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL) yang juga Ketua Pelaksana PKPB M Yusuf Sulfarano Barusman menjelaskan berdasarkan data BPS pada Maret lalu, kemiskinan di Lampung 12,62% yang berada pada peringkat 4 se-Sumatera.

"Komposisi penduduk miskin perkotaan 8,92% dan perdesaan 14,27%. Permasalahan petani, seperti kepemilikan lahan, modal, keterampilan teknologi, mentalitas, kebijakan, informasi pasar dan tata niaga," katanya.

Menurut Yusuf, pentingnya program KPB sebagai strategi penyelesaian permasalahan secara terstruktur, sistematis, dan terintegrasi. “Saya setuju dengan Pak Gubernur bahwa KUR kita fungsikan untuk ekonomi rakyat," katanya.

Pada kesempatan tersebut direktur Bank Lampung, pimpinan cabang PT Bank Negara Indonesia, branch manager PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Lampung, area head manager Bank Mandiri, pimpinan Bank Rakyat Indonesia menyatakan kesiapannya bersinergi dengan Pemprov Lampung dan menyukseskan Program Kartu Petani Berjaya.

Seperti diketahui Program Kartu Petani Berjaya merupakan program unggulan untuk mendorong kesejahteraan petani di Lampung. Program itu memberikan solusi kepada petani mengatasi kebutuhan sarana produksi, akses keuangan, pembinaan manajemen usaha dan teknologi, penanganan panen dan pascapanen, serta pemasaran hasil.

Bahkan, juga menyediakan jaminan sosial dan beasiswa pendidikan bagi anak petani berprestasi yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi bidang pertanian.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar