#perangpetasan#ramadan

Keseruan Perang Petasan di Kampung Qurnia Mataram

( kata)
Keseruan Perang Petasan di Kampung Qurnia Mataram
Perang petasan yang terjadi di Lapangan Merdeka Kampung Qurnia Mataram Kecamatan Seputihmataram, Lampung Tengah. (Foto:Lampost/Reza)


Gunungsugih (Lampost.co)--Mengisi bulan Ramadan, ada tradisi unik di Kecamatan Seputihmataram, Lampung Tengah, yakni perang petasan antarwarga. Meski hal ini merupakan kegiatan yang berbahaya namun tetap dilakukan.

Keseruan perang petasan dilakukan dari tahun ke tahun pada saat bulan suci Ramadan, dan dalam dua tahun terakhir ini, perang petasan di gelar di Lapangan merdeka Kampung Qurnia Mataram, Seputihmataram. Ratusan anak-anak berkumpul mengelilingi lapangan, untuk menyaksikan hingga ikut serta dalam perang itu.

"Dua tahun terakhir ini, main mercon di sini (Lapangan) kalau tahun-tahun sebelumnya mereka di halaman Pasar Seputihmataram. Sudah dari awal puasa, itu setiap pagi main menrconya. akhir-akhir ini, selain hari minggu tidak terlalu ramai dan heboh. Seperti hari ini kan heboh banget," kata Agus, salah satu warga Seputihmataram, Minggu, 24 April 2022.

Keseruan yang berbahaya ini juga menjadi tontonan tersendiri bagi masyarakat setempat. Karena suara petasan yang bertubi-tubi membuat sorak sorai kegembiraan di lokasi perang petasan.

"Seru tontonan gratis, tiap hari Minggu pagi ke sini rame. Kalau hari biasa gak begitu rame, liat anak-anak perang mercon. Ada dua kelompok yang saling serang, mereka berkumpul di tengah lapangan seperti itu, lalu saling mengarahkan mercon antarkelompok, nanti ada yang kena, penonton di pinggir lapang bersorak. Kan seru," jelas Dani, warga setempat yang ikut nonton.

Dari pantauan Lampung Post di lokasi, petasan merk Roman Candle shot merupakan salah satu petasan yang digunakan untuk perang. Usai babak ke lima perang petasan, nampak dua anggota TNI  berseragam lengkap mengendarai motor, berupaya membubarkan arena perang petasan, namun anak-anak engan langsung membubarkan diri, bahkan masih sempat ada yang membunyikan petasan.


Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar