#kesenian#kudalumping#beritalamsel

Kesenian Kuda Lumping Turonggo Bayu Saputro Terima Bantuan dari Kemensos

( kata)
Kesenian Kuda Lumping Turonggo Bayu Saputro Terima Bantuan dari Kemensos
Kelompok kesenian kuda lumping Turonggo Bayu Saputro yang menerima bantuan berupa uang sebesar Rp50 juta dari Kemensos Ri, Selasa (26/11/2019). Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Kementerian Sosial (Kemensos RI) melalui TKSK Kabupaten Lampung Selatan, memberikan bantuan sebesar Rp50 juta kepada kelompok kesenian kuda lumping Turonggo Bayu Saputro Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Lamsel. Bantuan itu untuk membeli peralatan kesenian bagi seni budaya kearifan lokal diwilayah tersebut. 

Koordinator TKSK Lamsel, Sutrisno mengatakan bantuan yang diberikam kesenian kuda lumping itu dalam rangka menciptakan Masyarakat yang sadar dan cinta dengan kearifan lokal berupa kesenian daerah. Sebab, kesenian kuda lumping merupakan kesenian tradisional dan aset desa yang harus dipelihara.

"Jadi, bantuan dari Kemensos RI itu untuk membeli peralatan kesenian bagi seni budaya kearifan lokal diwilayah tersebut. Nah, kesenian kuda lumping Turonggo Bayu Saputro telah membuktikan yang mana membeli peralatan mereka," kata dia saat menghadiri pentas seni kuda lumping di Desa Sukamulya, Selasa, 26 November 2019.

Menurut Sutris, program kearifan lokal itu juga untuk melestarikan kesenian budaya yang telah ada sehingga tidak punah, menanamkan masyarakat untuk sadar budaya, serta menghidupkan dan meningkatkan peran serta masyarakat.

"Selain itu, tentu untuk memerangi masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya kita agar tidak timbul konflik Sosial di tengah masyarakat. Kemudian, mencegah terjadinya kegiatan Radikalaisme di masyarakat yang dapat merusak kerukunan kehidupan berbangsa dan Negara," kata dia. 

Sementara itu, Kepala Desa Sukamulya, Pujiadi mengatakan dengan adanya bentuk perhatian dari pemerintah, seni budaya bisa hidup kembali kearifan lokal daerah, semakin majunya budaya Bangsa, memiliki Eksistensi Budaya yang semakin tinggi dan Dapat membanggakan daerah dengan mengapresiasikan budaya sendiri.

"Bangga karena budaya lokal adalah suatu identitas dan kehormatan suatu bangsa Dapat mempertahankan ketahanan budaya sendiri terhadap pengaruh budaya luar. Kami pun berharap bantuan ini dapat terus menular ke desa lainnya," kata dia. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar