#Daerah#lampungSelatan#DialogKebinekaan

Kesbangpol Lamsel Perkokoh Kebinekaan

( kata)
Kesbangpol Lamsel Perkokoh Kebinekaan
Kantor Kesbangpol dan Aliansi Indonesia Lampung Selatan menggelar Dialog Kebinekaan di Balai Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Rabu (27/12). Lampung Post/Juwantoro

KALINADA 9lampost.co) -- Kantor Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Lampung Selatan bekerja sama dengan Aliansi Indonesia menggelar dialog kebinekaan guna memperkokoh kerukunan umat beragama sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, Rabu (27/12/2017).
Kegiatan di balai Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, tersebut dihadiri Kabid Kebudayaan dan Keagamaan Kesbangpol Lampung Selatan Jupri, Ketua STIH Muhammadiyah Kalianda Subagio, dan Danramil Kalianda Mayor Czi Agus Supriyadi.
Turut hadir pula dalam dialog tersebut Camat Kalianda Erdiyansyah, Ketua Aliansi Indonesia Provinsi Lampung Agus Setiawan, dan masyarakat kecamatan setempat.
Camat Kalianda Erdiansyah mengatakan kegiatan ini penting sebab kebinekaan dapat memperkokoh kerukunan umat beragama sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Terlebih hal itu saat semangat kebangsaan secara nasional pasang surut.
“Kita perlu mendengarkan dari narasumber makna kebinnekaan tersebut. Masyarakat jangan mudah tersinggung, kita harus hidup rukun, hidup bersama dan hidup berdampingan dengan umat beragama, suku, dan antargolongan," ujarnya.
Ketua Aliansi Indonesia Provinsi Lampung Agus Setiawan mengatakan kerukunan antarumat beragama sebagai suatu kondisi sosial dengan semua golongan hidup berdampingan bersama-sama tampa mengurangi hak dasar masing-masing.
"Kegiatan ini bertujuan mempersatukan antarumat beragama di Indonesia untuk mencapai kesejahteraan hidup, menciptakan kerukunan dan kenyamanan antarumat beragama, serta keselarasan dan keserasian hidup antarumat beragama,” ujarnya.
Kabid Kebudayaan dan Keagamaan Kesbangpol setempat Jupri menyatakan Lamsel terdiri atas berbagai agama, seperti Islam, Protestan, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Itu artinya, Lamsel merupakan kabupaten dengan masyarakat yang majemuk.
"Diperlukan kearifan dan pengelolaan perbedaan dikalangan umat beragama untuk memelihara keseimbangan antara kepentingan kelompok dan kepentingan nasional untuk mewujudkan masyarakat yang aman, damai, sejahtera, dan bersatu," kata dia. 

Juwantoro

Komentar