#waisak#covid-19

Kesadaran Bersama Jadi Hikmah Waisak di Tengah Pandemi

( kata)
Kesadaran Bersama Jadi Hikmah Waisak di Tengah Pandemi
Umat Buddha melaksanakan ibadah saat perayaan Waisak di wihara Thay Hin Bio, Bandar Lampung. Lampost,co/Umar Robani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perayaan Waisak kali ini tidak diiringi dengan kebaktian bersama di wihara. Umat Buddha hanya beribadah secara pribadi dan bergantian.

Rohaniawan wihara Thay Hin Bio, Virya Parama menyebut situasi pandemi covid-19 mengajarkan manusia untuk saling bergandengan tangan. Semua masyarakat merasakan situasi serupa, maka harus diselesaikan bersama-sama.

Menurutnya, pandemi covid-19 hanya bisa hilang dengan kesadaran. Seluruh masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Namun dalam ajaran Buddha tidak anjurkan untuk meminta, tapi mengulang ajarannya untuk berbuat bersama," ungkapnya, Rabu, 26 Mei 2021.

Baca: Hari Waisak, Jokowi: Ada Cahaya Sesudah Kegelapan

 

Kebaktian bersama di Vihara yang berlokasi di Teluk Betung Selatan tidak digelar dalam setahun terakhir. Ritual pembacaan sutra, paritta, dan mantra dilakukan secara virtual dan channel YouTube Buddhayana TV selama 15 jam nonstop. 

"Yang dilakukan di sini ibadah secara pribadi saja," katanya.

Salah satu jemaah, Novita, tampak tetap menerapkan prokes. Hal itu karena kebijakan yang diterapkan vihara untuk mencegah penularan covid-19.

Ia berharap masyarakat Indonesia bisa bersama-sama melawan pandemi. Sebab, musibah itu dirasakan dan berdampak kepada semua orang tanpa terkecuali.

"Semoga semua segera berlalu dan kita semua aman di Indonesia dan seluruh dunia," ujarnya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar