rapidtesKPPShermanHNbandarlampung

Kerumunan Rapid Tes KPPS Dibubarkan Herman HN

( kata)
Kerumunan Rapid Tes KPPS Dibubarkan Herman HN
Lampost.co/Putri Purnama


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Walikota Bandar Lampung Herman HN, membubarkan kerumunan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang hendak melakukan rapid test ulang di Apotik Gemari, Tanjungkarang Pusat, Jumat, 4 Desember 2020.

Pembubaran itu dilakukan, ketika Herman HN melakukan sidak masker rutin kepasar-pasar dan jalan-jalan besar di Kota Bandar Lampung, yang dinilai berpotensi akan adanya penyebaran Covid-19.

Ketika Herman HN mengetahui mereka adalah anggota KPPS yang hendak melakukan rapid test ulang, Walikota yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Februari mendatang langsung menelpon kepala Dinas Kesehatan, untuk meminta rapid test dialihkan ke seluruh puskesmas.

"Saya nggak tahu. Rupanya itu (rapid test) di tunjuk KPU. Maka saya bilang nggak boleh," ujar Herman HN.

Menurutnya, meski mereka anggota KPPS semestinya disiplin protokol kesehatan, seperti jaga jarak dan tidak berkerumun harus dilaksanakan, karena penyelenggara harus sehat semua.

"Sekarang semua anggota KPPS itu dialihkan ke semua puskesmas. Gratis nggak bayar-bayar rapid test itu," tegas orang nomor satu di kota Tapis Berseri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Edwin Rusli, mengatakan hal itu merupakan kesalahpahaman masyarakat. Sebab, KPU menyiapkan dua tempat untuk melakukan rapid test.

"Di klinik Tanjungkarang dan Way Halim. Tapi mereka berkumpul di satu tempat saja," kata Edwin.

Dengan terlihat ramai berkerumun, maka semuanya dialihkan ke puskesmas terdekat dari rumah masing-masing. "Kerumunan itu bisa membawa virus juga. Jadi sekarang kami minta mereka ke puskesmas manapun yang mereka mau dan itu gratis," tambahnya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar