#korupsi#korupsijalan

Kerugian Proyek Jalan Ir Sutami Capai Rp65 Miliar, Polda Terima Pengembalian Rp10 Miliar

( kata)
Kerugian Proyek Jalan Ir Sutami Capai Rp65 Miliar, Polda Terima Pengembalian Rp10 Miliar
Polda Lampung memaparkan perkembangan kasus korupsi pengerjaan jalan Preservasi Rekonstruksi Jalan Prof. Dr. lr. Sutami - Sribawono - Sp. Sribawono tahun anggaran 2018-2019 dengan nilai anggaran Rp147 miliar. Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi jalan nasional yang ditangani Polda Lampung terus berlanjut.

Polda Lampung memaparkan perkembangan kasus korupsi pengerjaan jalan Preservasi Rekonstruksi Jalan Prof. Dr. lr. Sutami - Sribawono - Sp. Sribawono tahun anggaran 2018-2019 dengan nilai anggaran Rp147 miliar.

Teranyar, Polda Lampung menyita uang Rp10 miliar dari PT Usaha Remaja Mandiri (URM), untuk pengembalian kerugian negara. Uang tersebut dipecah ke dalam delapan bungkus plastik dengan pecahan Rp50 ribu, dan Rp100 ribu.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan pengerjaan jalan nasional tersebut tidak sesuai dengan kontrak kerja, yang mengakibatkan estimasi kerugian sementara ditaksir mencapai Rp65 miliar, atau sekitar 44,2.% dari pagu anggaran. Namun kerugian negara secara pasti masih menunggu hasil audit BPK.

"Penyelidikan dilakukan selama 4 bulan dari 6 Oktober, telah ditemukan adanya indikator tidak sesuai ketentuan. Kemudian dilakukan penyelidikan dan diterbitkan dua laporan polisi," ujar Zahwani, Senin, 12 April 2021.

Polda Lampung telah mengirim empat Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejati Lampung, diteruskan ke Kabareskrim Polri dan KPK pada 26 Februari 2021. Kemudian pada 23 Maret 2021 ditembuskan terlapor.

"Bentuk monitoring kasus tersebut akan ada koordinasi dan supervisi oleh KPK RI ke depannya, koordinasi akan kami jalankan," katanya.

Ia menambahkan dari perkara tersebut total 54 saksi telah diperiksa dari berbagai unsur. Lalu telah dimintai keterangan ahli yakni ahli konstruksi dari Politeknik Negeri Bandung, ahli Hukum Pidana dari UI, dan ahli dari lembaga pengadaan barang dan jasa.

Polda Lampung juga telah melakukan penggeledahan di ruang kerja Komisaris, ruang direktur, ruang staf, dan ruang karyawan di kantor PT URM. Dari penggeledahan, disita dokumen kontrak dan dokumen lainnya terkait pengerjaan, dua CPU,  flashsdisk, dan 3 cap stempel milik perusahaan orang lain di kantor PT URM.

"Penyitaan terhadap barang bukti yang dimungkinkan sejauh berhubungan dengan perkara tersebut semisal, barang bukti bergerak dan tidak bergerak," katanya. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar