#korupsi#sugiartowijaya#alay

Kerugian Negara Sudah Dibayar, Alay Ajukan Upaya Hukum Luar Biasa

( kata)
Kerugian Negara Sudah Dibayar, Alay Ajukan Upaya Hukum Luar Biasa
Sujarwo, Kuasa Hukum Sugiharto Wiharjo Alias Alay. Dok.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Terpidana kasus korupsi APBD Lampung Timur, Sugiarto Wiharjo alias Alay akan berupaya melakukan upaya hukum luar biasa. Sebab, telah memberikan 39 aset berupa gudang dan beberapa hektare lahan tanah yang berdiri di atas gudang tersebut sebagai pengganti kerugian negara atas kasusnya. 

"Yang jelas kita selesaikan dulu segala urusan Pak Alay selaku klien saya. Kami sudah menyerahkan aset berupa 39 gudang milik Pak Alay dan aset berupa tanah sekitar 5,8 hektare yang ada di gudang itu," kata kuasa hukum Alaya, Sujarwo, saat dihubungi Lampost.co, Minggu, 15 November 2020.

Jika ditotal secara keseluruhan, uang dari aset milik klienya itu lebih dari pengganti uang negara yang dimaksudkan selama ini. 

Menurut Jarwo, sapaan akrabnya, uang pengganti berupa gudang itu jika di appraisal perbankan semua aset gudang dan lahan tanah makan totalnya mencapai Rp194 miliar, sedangkan uang pengganti kerugian negara Rp98 miliar.  

"Lahan termasuk 39 gudang jika di-appraisal bank totalnya Rp195 miliar, sementara kewajiban kami kan hanya Rp98 miliar untuk pengganti kerugian negara. Kalau mau dilelang sama kejaksaan dipersilakan saja, monggo," katanya.

Sejak awal, kata Sujarwo, iktikad baik selalu ditunjukkan Alay melalui kuasa hukumnya untuk mengganti kerugian negara. Untuk itu, pihaknya juga meminta kejaksaan untuk mengeluarkan surat keterangan lunas atau SKL.

"Saya minta surat SKL dong, kalau uang pengganti sudah dilunasi kan harus mendapatkan surat keterangan lunas. Artinya, pidana uang pengganti yang dijatuhkan sudah tidak ada urusan lagi. Kitakan harus gentle dong," katanya.

Nanti ada pertimbangan lain jika uang pengganti sudah dilunasi. Oleh sebaba itu, hak-hak sebagai terpidana akan diajukan upaya hukum luar biasa.

"Kewajiban kan sudah selesai nih, kerugian sudah dilunasi, harta sudah dirampas, mau apa lagi yang hendak dicapai," katanya.

Disinggung apakah dari 39 gudang yang berdiri di atas lahan 5,8 hektare itu apakah tidak masuk dalam sengketa mengingat ada banyak persoalan aset Alay yang masuk dalam sengketa, Sujarwo menjelaskan belakangan ini lahan tersebut sempat digugat Budi Winarto alias AW. Namun, kemudian baik Sugiarto, AW maupun perbankan sepakat menyerahkan aset tersebut. 

"Tidak ada gugatan lain, ini kan gugatan antara Alay dan AW saja. Mudah-mudahan ini semua cepat selesai pengembalian uang untuk negaranya," katanya.

"Harapan kita kalau semua sudah selesai uang negara sudah dipulangkan, Sugiarto Wiharjo punya hak-hak lain, seperti mengajukan upaya hukum luar biasa," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar