#korupsi#penggelapandana#bpbd

Kerugian Negara Penggelapan Dana di BPBD Bandar Lampung Pakai Hitungan Inspektorat

( kata)
Kerugian Negara Penggelapan Dana di BPBD Bandar Lampung Pakai Hitungan Inspektorat
Mantan bendahara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Krissanti, ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) atas tuduhan penggelapan dana kas di perangkat daerah tersebut. Dok Kejari


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak 14 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi perkara penggelapan dana di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung dengan tersangka mantan Bendahara bernama Krissanti.

Penyidik masih merampungkan berkas perkara untuk dilakukan pelimpahan tahap I ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Segera mungkin penyidik menyelesaikan berkas perkara untuk dilimpahkan ke JPUK Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung," kata Kasi Intel Kejari Bandar Lampung, Erik Yudhisitra, Minggu, 29 Agustus 2021.

Baca: Polresta Serahkan Penyidikan Korupsi Eks Bendahara BPBD Bandar Lampung ke Kejari

 

Penyidik menggaet tim dari Inspektorat Kota Bandar Lampung sebagai ahli untuk penghitungan kerugian negara. Penyidik tidak menggunakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Lampung atau Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

"Auditnya Inspektorat Bandar Lampung," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kejari Bandar Lampung telah menahan Krissanti. Dari hasil perhitungan kerugian negara atas kasus tersebut mencapai Rp332 juta.

Penetapan tersangka berawal dari pemeriksaan pelaku sebagai saksi dengan berdasarkan SP-Dik Nomor: PRINTDIK-01/1.II.10/Fd.I/05/2021 tanggal 19 Mei 2021.

Krissanti telah ditahan selama 20 hari ke depan sejak 16 Agustus 2021 di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Perempuan Kelas II Bandar Lampung berdasarkan Surat perintah penahanan Nomor: PRINT-4931/I.8.10/Fd.1/08/2021.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar