#rsudam

Kerugian Negara Pembangunan RSUDAM Dikembalikan

( kata)
Kerugian Negara Pembangunan RSUDAM Dikembalikan
Pembangunan gedung bedah perawatan terpadu Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RUSDAM). Dok Lampost


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung mengklaim pihak ketiga yang terlibat dalam pembangunan gedung bedah terpadu dan gedung perawatan neurologi telah mengembalikan kerugian negara.

Hal tersebut dilaksanakan berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK Perwakilan Lampung atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Provinsi Lampung 2021.

"Untuk pembayaran kekurangan gedung diselesaikan pihak ketiga. Pembayaran dilakukan dua tahap, tahap pertama Rp300 juta selanjutnya Rp2,7 miliar," kata Direktur Utama RSUDAM, Lukman Pura, Jumat, 22 Juli 2022.

Penyelesaian dilakukan pada 20 Juli 2022 lalu dengan jumlah sesuai rekomendasi BPK. Sementara manajemen RSUDAM berupaya secara administratif melalui surat pemberitahuan dan peringatan kepada rekanan pembangunan.

"RSUDAM meminta penilaian dari tim ahli Universitas Bandar Lampung (UBL) dan berdasarkan penilaian tim ahli mendapatkan rekomendasi untuk kembali dilanjutkan," papar dia.

Ia menjelaskan, dalam rekomendasi yang dikeluarkan UBL disebutkan tidak ada kemiringan atau hal lain yang mengancam bangunan.

"Jadi karena ada bangunan lanjutan, otomatis akan kembali dibuka tender pembangunan," kata dia.

Berdasarkan laman LPSE milik Pemprov Lampung, https://www.lpse.lampungprov.go.id/eproc4, pembangunan gedung perawatan bedah terpadu memiliki nilai pagu paket Rp32,11 miliar yang pendaftarannya hingga 25 Juli mendatang.

Lanjutan pembangunan gedung di RSUD kelas A ini sebagai dukungan program Kementerian Kesehatan berupa transformasi kesehatan.

"Kemenkes berfokus pada 6 bidang, yaitu transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan dan transformasi teknologi kesehatan. Sementara untuk RSUDAM masuk dua bidang yakni transformasi layanan primer dan layanan rujukan," jelas dia.

Dari dua bidang tersebut, terdapat empat locus, yakni stroke, neurologi atau ginjal, kanker dan jantung.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar