#banjir#kerugian#lamsel#waypisang#beritalampung

Kerugian Banjir Way Pisang Ditaksir Mencapai Ratusan Juta  

( kata)
Kerugian Banjir Way Pisang Ditaksir Mencapai Ratusan Juta  
Tim Penanggulangan Bencana Alam dari Pemkab Lampung Selatan saat meninjau lokasi tanggul penangkis yang jebol di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Selasa (4/11/2018). (Foto:Lampost/Armansyah)

KALIANDA (Lampost.co)--Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan, melalui UPTD Pengujian Konstruksi dan Bangunan (PKB) Kecamatan Palas, masih mendata kerugian kerusakan infrastruktur akibat banjir, Sabtu (1/12) lalu. Meski demikian, kerugian dari luapan Sungai Way Pisang itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

"Kami belum tahu berapa besar kerugian materiil dari banjir beberapa hari lalu. Kami sekarang masih mendata apa saja kerusakan akibat banjir itu disepanjang Sungai Way Pisang, khususnya wilayah Kecamatan Palas," kata Kepala PKB Kacamatan Palas, Reo Vahlevi saat dihubungi, Selasa (4/12/2018).

Dari inventarisir kerusakan pasca banjir itu, kata Reo, banjir kiriman dari luapan Sungai Way Pisang itu menyebabkan sejumlah infrastruktur rusak, seperti ruas jalan Sukabakti - Sukamulya mengelupas sepanjang 100 meter, talut ambrol, badan jalan nyaris terputus sepanjang 7 meter. Kemudian sayap jembatan (bronjong) di Dusun Rantaumakmur, Desa Sukabakti lepas terbawa air dan jembatan Way Pisang Perbatasan Kecamatan Palas dan Sragi, yakni talut pemecah arus dan sayap jembatan jebol. 

"Untuk dibidang pengairan ada sayap atau bronjong dan talut Bendungan di Sukaraja lepas, pintu air tanggul penangkis Way Pisang Desa Sukaraja ambles, tanggul penangkis Way Pisang Desa Sukaraja jebol sepanjang 40 meter, tanggul penangkis (eks pintu air) di Desa Palasaji jebol dan kerusakan pada pintu air Bendungan Desa Palaspasemah," kata dia. 

Menurut Reo, semua kerusakan akibat luapan Sungai Way Pisang itu ditaksir mencapai ratusan juta. Bahkan, untuk memperbaiki kerusakan itu bisa saja mencapai miliaran rupiah. "Ya, kami belum bisa memastikan secara pasti kerugiannya berapa. Tapi, perkiraan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan, bisa sajailiaran rupiah," kata dia. 
Sementara itu, Camat Palas Rika Wati mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu data invertarisir dari UPTD PKB dan UPTD Pertanian Kecamatan Palas. Sebab, banjir beberapa hari lalu merusak sejumlah fasilitas dan pertanian di Kecamatan Palas. 

"Masih di data, mas. Kemarin juga sudah ada Tim Penanganan Tanggap Darurat telah meninjau lokasi kerusakan akibat banjir. Mudah-mudahan setelah didata nanti ada upaya yang bisa dilakukan Pemkab Lamsel. Bahkan, dari BBWSMS Lampung pun sudah turun cek lokasi," kata dia. 

Armansyah



Berita Terkait



Komentar