#banjirKalianda#Kerugian#Lamsel#beritalampung

Kerugian Banjir Bandang di Kalianda Capai Miliaran Rupiah

( kata)
Kerugian Banjir Bandang di Kalianda Capai Miliaran Rupiah
Alat berat saat membersihkan puing-puing aspal yang terkelupas di badan jalan di Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Kamis (5/4/2018). (Foto:Lampost/ Armansyah)

KALIANDA (Lampost.co)--Selain menelan korban jiwa, Kerugian dari bencana banjir bandang di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (3/4) malam, ditaksir mencapai miliaran rupiah. 

Jumlah kerusakan bangunan rumah dan fasilitas umum lainnya yang yang terkena dampak akibatkan banjir bandang di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (4/4) lalu mencapai miliaran rupiah, 313 rumah berat dan ringan, 1 korban jiwa dan 4 orang luka-luka, Kamis (5/4/2018).  
Camat Kalianda, Erdiyansah, mengatakan banjir bandang di wilayah kerjanya itu mengakibatkan sebanyak 313 rumah porak poranda, sebanyak 20 rumah mengalami rusak berat. Sedangkan, sisanya rumah mengalami rusak ringan dan terparah berada di bantaran sungai Candigirang.
"Rata-rata kerusakan paling parah berada di dekat sungai, selain rumah juga ada bangunan sekolahan Paud dan Masjid, satu ekor sepi, satu unit sepeda motor. Sedangkan, korban sebanyak satu orang meninggal dan empat orang luka-luka. Bukan hanya itu, Banjir bandang juga merusak fasilitas jalan umum dan trotoar di beberapa titik, katanya. 
Erdiyansah mengatakan bencana banjir bandang tersebut merupakan banjir terparah sepanjang sejarah kecamatan Kalianda berdiri. Sebab, banjir-banjir sebelumnya tidak sampai menelan korban jiwa dan kerusakan bangunan rumah hanya kerusakan kecil. 
"Kali ini arus air sungai terlalu besar, biasanya walau ada hujan deras air sungai tidak sampai meluap separah ini. Beberapa tahun lalu juga pernah banjir namun ketinggian air hannya sebatas tumit arusnya pun tidak terlalu kencang," ujarnya.
Ketika ditanyai apakah banjir akibat gunung rajabasa kian rusak, Erdiansyah membantah. Sebab, luapan banjir murni dari aliran sungai dari gunung ke sukaratu hingga kalianda. "Air datang yang terlalu besar membuat aliran sungai meluap tak mampu menampung. Kemungkinan juga sungai dan saluran drainasenya banyak sampah," katanya. 

Data Kerusakan Akibat Bencana Banjir Bandang
1. Desa  Palembapang 100 rumah. 
2. Desa Negeripandan 7 rumah. 
3. Desa Sukaratu 8 rumah. 
4. Desa Tajimalela 51 rumah. 
5. Desa Canggu 26 rumah. 
6. Desa Harabanjarmanis 59 rumah. 
7. Desa Kedaton 12 rumah. 
8. Desa Babulang 12 rumah. 
9. Desa Pematang 10 rumah. 
10. Kelurahan Bumiagung 3 rumah. 
11. Kelurahan Kalianda 9 ruma dan
12. Kelurahan Way Urang 16 rumah. 
Total : 313 rumah.

Korban Jiwa
Kelurahan Way Urang 4 Luka-luka dan 1 Tewas

Armansyah



Berita Terkait



Komentar