Tahanankaburtembakmati

Keroyok Polisi, Begini Kronologi Kaburnya 7 Tahanan Polsek Tanjungkarang Barat

( kata)
Keroyok Polisi, Begini Kronologi Kaburnya 7 Tahanan Polsek Tanjungkarang Barat
Ilustrasi. Google Images

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tujuh tahanan Polsek Tanjungkarang Barat mengeroyok polisi jaga dan melarikan diri pada Sabtu 1 Februari 2020, satu tahanan tewas ditembak.

Berdasarkan informasi yang didapat lampost.co kejadian bermula pada pukul 07.10, Kepala SPK Polsek Tanjungkarang Barat Aipda M Akip beserta anggota jaga Bripka Bambang Suhardi melaksanan cek kontrol keadaan ruang tahanan mapolsek.

Kemudian dilanjutkan dengan pengecekan kebersihan ruang tahanan dengan cara membuang sampah yang ada di dalam ruang tahanan. Lalu, Aipda Akip bersama Bripka Bambang Suhardi membuka pintu sel tahanan bagian kanan ruang dua dengan jumlah tahanan sebanyak 11, dan mengeluarkan sampah lalu pintu ruang tahanan kembali ditutup.

Selanjutnya kedua petugas membuka pintu sel tahanan bagian kiri ruang satu yang berisi 10 tahanan, tiba-tiba empat tahanan yang berada di dalam langsung mendobrak pintu sel. Akibatnya, kedua petugas terjatuh dan langsunf disekap dua tahanan yakni Mulyadi dan Heru Din.

Sementara tiga tahanan lain langsung melarikan diri yakni, Andhika Jaya (25), warga jalan Sisingamgaraja, Gang Kenari, Tanjungkarang Barat yang merupakan napi kasus penipuan. Kemudian Fikri Prayoga (24), warga Jalan Hi. agus Salim, Kelurahan Kelapa Tiga, Tanjungkarang Pusat, merupakan tahanan perkara narkotika. Raju Alfarizi (18), warga jalan Imam Bonjol, Gang Pisang, Gedong Air, tahanan pidana penganiayaan.

Kemudian rombongan tahanan yang menyerang para aparat juga ikut melarikan diri. Mereka yakni, Ino Kurniawan (38) warga Perum Citra Persada, Tanjungkarang Pusat, yang merupakan tahanan narkotiika. Mulyadi Muksin (44), warga sumberrejo, Kemiling, tahanan penganiayaan.

Lalu, Heru Din (40), warga Jalan Imam Bonjol, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, tahanan narkotika. Wawan Saputra (37), warha jalan Imam Bonjol, Sukajawa, tahanan curas. Sementara, tiga tahanan lainnya tidak ikut melarikan diri.

Selanjutnya KSPK Polsek Tanjungkarang Barat Aipda M Akip mengambil senjata Laras panjang jenis Roger Mini di Ruang SPK, dan melakukan pengejaran terhadap 7 pelaku yang kabur.

Ketika berada di depan Mapolsek Tanjungkarang Barat, Aipda M Akib mengeluarkan dua kali tembakan peringatan ke udara, namun tidak dihiraukan oleh pelaku. Lalu petugas melepaskan tembakan terukur dan terarah ke Mulyadi Muksin, hingga Mulyadi meninggal.

Kemudian Aipda M. Akip kembali melepaskan tembakan satu kaki ke Andhika jaya, ia pun saat ini tengah dirawat di RS Bhayangkara Polda Lampung. Usai dua pelaku ditembak, Aipda M. Akip melakukan pengejaran terhadap Heru Din.

Heru Din pun berusaha merebut senjata api laras panjang yang dipegang M. Akip, namun Herudin berhasil dipukul dengan senjata tersebut. Lalu, M. Akip dibantu warga berhasil menangkap Herudin.

Kemudian dua tahanan lainnya ditangkap bersama masyarakat, di jalan abdul Mutholib, Gedong Air, yakni Fikri Prayoga, dan Raju Alfarizi. Lalu tak berselang lama, satu tahanan lainnya yakni wawan saputra (37) yang sempat melarikan diri dengan cara menghadang sepeda motor Honda Scoopy warna putih biru No. Pol. BE 4750 CT milik pelajar di Depan Perum Bukit Kemiling Permai Kec. Kemiling Bandar Lampung, berhasil ditangkap.

Sementara satu tahanan yakni Ino Kurniawan warga Perum Citra Persada, Tanjungkarang Barat, masih diburu aparat. Ternyata, upaya melarikan diri tersebut, sudah direncanakan oleh Ino Kurniawan, Heru Din, Wawan Saputrs dan Mulyadi Muksin.

"Pelaku sudah merencanakan lari dari tahanan secara bersama dengan cara menyerang dan melukai petugas jaga, walaupun petugas sudah menjalani tugas penjagaan tahanan secara humanis dengan memberikan makan pagi," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad, Sabtu malam 1 Februari 2020.

Pandra menjelaskan, saat itu Aiptu M Akip, dikeroyok empat tahanan saat hendak membersihkan sel. Ketika petugas memberikan makanan melalui celah jeruji dan bersamaan meminta tahanan mengeluarkan sampah dari dalam ruangan tahanan.

Namun, karena sampah tersebut tidak muat dikeluarkan melalui jeruji besi, Aiptu M Akip membuka pintu sel dengan maksud mengeluarkan sampah.

"Dan saat pintu sel akan ditutup kembali, tahanan atas nama H mendobrak pintu sel dengan cara menendang, dan seketika langsung keluar dari sel diikuti oleh tiga tiga orang rekannya atas nama W, MM, dan IK. Langsung mengeroyok Aiptu M Akip dan anggota jaga Bripka Bambang. Melihat situasi tersebut, tiga tahanan lainnya atas nama VP, RA, dan AJ langsung keluar dari ruang tahanan," katanya.

Winarko



Berita Terkait



Komentar