pengeroyokan

Keroyok Korban Saat Mabuk Hingga Tewas, Ini Motif Pelaku

( kata)
Keroyok Korban Saat Mabuk Hingga Tewas, Ini Motif Pelaku
Tiga dari enam pelaku pengeroyokan Didi Ferdian, ditangkap. (dok)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tiga dari enam pelaku pengeroyokan Didi Ferdian, warga Jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu ditangkap. Ia ditemukan tak bernyawa di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, pada Jumat, 8 Januari 2021, sekitar pukul 04.30 WIB didekat SPBU. 

Para pelaku yakni M. Ridho (27) warga Kota Sepang, dan Imam (24) warga Kedamaian, dan Ridwan (28) warga Kedamaian. 

M. Ridho dan Imam ditangkap pada Minggu malam, 10 Januari 2021 ketika hendak melarikan diri dari Kota Bandar Lampung. Ridwan ditangkap pada 11 Januari 2021 malam. Sementara tiga pelaku lainnya OJ, IW, dan AD masih dalam pengejaran aparat. OJ diduga aktor utama dari pengeroyokan tersebut. 

Waka Polresta Bandar Lampung AKBP Ganda M. Saragih mengatakan, enam pelaku tersebut saat mengeroyok korban dalam keadaan mabuk dan sedang duduk di lampu merah Campang Raya, pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00. 

Motif sementara diduga soal hal sepele. Salah satu pelaku menghadang korban yang sedang berboncengan dengan teman wanitanya bernama Gita Safitri. Korban dituding hampir menyerempet salah satu pelaku.

"Kemudian korban dipukuli dengan tangan kosong, batu, dan kursi, korban sempat melarikan diri, namun terjatuh hingga meninggal dunia di lokasi kejadian," ujarnya di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa, 12 Januari 2021. 

Dari pemeriksaan sementara, M. Ridho memukul korban di bagian wajah dan kepala serta menendang wajah pelaku berulang kali. Imam memukul korban dibagian wajah berulang kali serta Ridwan yang juga memukul korban dibagian wajah. 

Sementara OJ yang berstatus DPO diduga memukul korban dengan tangan kosong, kayu, dan batu. 

Usai kejadian, OJ pun merampas tas dan HP milik Gita, rekan korban, kendati pagi hari berhasil ditemukan aparat. 

"Motifnya sementara karena (kesal) hampir diserempet, tetapi ada juga perampasannya masih kami dalami, tapi actus reus (kejahatan yang dilakukan) dan mens rea (sikap batin pelaku) sudah tergambarkan," paparnya. 

Identitas tiga DPO lainnya dan perannya sudah teridentifikasi oleh aparat kepolisian. Aparat mengamankan barang bukti berupa dua sepeda motor milik pelaku, yakni Supra X dan RX King, satu sepeda motor Yamaha Vixion merah milik korban, serta tas dan HP teman korban. "Saat ini masih kita kejar," katanya. 

Dihadapan aparat, ketiganya berdalih tidak mengetahui kejadian sebenarnya. Namun mengakui ikut memukul korban. 

"Saya diajak OJ, ia saya juga ikut mukul dan waktu itu kami habis minum vigur, si cewek (Gita) sempat saya tampar juga," kata Imam, salah satu pelaku. 

Para pelaku dijerat pasal 365 ayat (3) dan 170 ayat (3) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, disertai penganiayaan secara bersama, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar