#smk#industri#lulusansmk

Kerja Sama SMK dan Industri Miliki Kedudukan Sederajat

( kata)
Kerja Sama SMK dan Industri Miliki Kedudukan Sederajat
Ilustrasi. Dok./Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menegaskan program pernikahan massal bagi SMK dan dunia industri ditujukan agar dunia pendidikan bekerja sama dengan dunia industri terkait pembangunan sumber daya manusia (SDM). Program tersebut juga agar tidak ada yang dibebankan dalam kerja sama tersebut.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Lampung Edi Harjito menjelaskan banyak SMK yang telah melakukan kerja sama namun belum tepat. Sebab, menurut dia, selama ini dalam kerja sama yang dilakukan selalu ada pihak yang merasa dibebankan.

Dia mengungkapkan sebelumnya SMK memang sudah menerapkan link and march dengan dunia industri. Program pernikahan massal tersebut dikeluarkan untuk menegaskan penerapan kerja sama antara SMK dan dunia industri.

"Maknanya, posisi dalam pernikahan adalah equal atau setara dan saling membutuhkan tidak ada yang menjadi beban," ujarnya, Senin, 20 Juli 2020.

Kepala SMKN 1 Bandar Lampung itu juga menambahkan dengan kebijakan itu diharapkan tidak ada perusahaan yang merasa menjadi beban dalam kerja sama. Begitu pun sebaliknya, katanya, jangan sampai sekolah hanya membebani perusahaan.

Kebijakan ini mendorong sekolah lebih fokus dalam membangun SDM sesuai kebutuhan dunia industri. Dalam penerapannya mesti ada kurikulum yang dibuat sesuai dengan kebutuhan industri.

"Jadi ada kurikulum nasional, ada juga kurikulum industri agar sekolah dapat mengajarkan kepada siswa sesuai tuntutan dunia kerja," ujarnya.

Dia menambahkan kebijakan ini menegaskan sekolah dan industri memiliki kedudukan yang sederajat.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar