#ekbis#koperasi#wisata#beritalampung

Kerja Kreatif untuk Hidupkan Ekonomi dan Wisata

( kata)
Kerja Kreatif untuk Hidupkan Ekonomi dan Wisata
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Agus Nompitu. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya untuk menghidupkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar perekonomian kemasyarakatan bisa terus hidup. Apalagi geliat pariwisata dan ekonomi kreatif terus berjalan beriringan di tengah masyarakat.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan kerja kreatif harus terus dilakukan oleh jajaran stakeholder terkait. Apalagi ketika libur akhir pekan banyak pelancong yang menyambangi berbagai destinasi wisata yang ada di Provinsi Lampung. Bukan hanya wisatawan dari masyarakat lokal, masyarakat luar daerah seperti Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta berbondong-bondong mengunjungi Lampung. Peluang dan potensi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

Arinal menginstruksikan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung untuk terus bergerak menghidupkan ekonomi kerakyatan.

"Di setiap destinasi wisata, rest area harus diprioritaskan ekonomi kreatif dan UMKM lokal. Ada peluang disektor ini yang harus dimanfaatkan, sperti jual suvernir dan makanan khas daerah kita dikemas secara menarik, berkualitas, dan murah agar dibeli wisatawan. Insyallah ini akan menjadi kebanggaan," kata Arinal di Gedung Pusiban, Selasa, 4 Agustus 2020.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung Agus Nompitu mengatakan kerjasama dengan berbagai sektor terus dilakukan. Pihaknya juga melakukan pendampingan dan pendampingan kepada masyarakat dan UMKM yang ada di destinasi wisata terus dilakukan selama 5 tahun terakhir ini. Ia juga mendorong dan menfasilitasi untuk UMKM agar berbadan hukum.

"Tim kami dari hari Senin kemarin juga turun di Pesisir Barat untuk pembinaan para pelaku UMKM dan Koperasi. Kemudian hari Jumat di Danau Ranau juga akan kita lakukan pelatihan. Bahkan diberbagai titik 15 kabupaten/kota lainnya," katanya.

Pihaknya juga mendorong terwujudnya 1 desa 1 koperasi atau one village one coop (OVOC) di Bumi Ruwai Jurai. Hal tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali ekonomi kerakyatan di desa-desa yang ada di Kabupaten.

"Kita punya smart village, di tahun 2020 ada 30 desa dan di 2021 ada program 100 desa dan seterusnya," katanya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar