#pencabulan#Tubaba#kriminal#beritalampung

Kerap Nonton Video Porno di Ponsel, Dua Pelajar Cabuli Anak di Bawah Umur

( kata)
Kerap Nonton Video Porno di Ponsel, Dua Pelajar Cabuli Anak di Bawah Umur
Ilustrasi (googel Image)

KOTABUMI (Lampost.co)--Terpengaruh kerap nonton film porno melalui handphone, kedua pelajar SMA dan SMP mencabuli anak di bawah umur secara bergiliran di salah satu studio musik di Lampung Utara. Keduanya pun diringkus Tekab 308 Unit PPA Sat Reskrim Polres Lampung Utara.

Kedua pelajar tersangka pelaku cabul tersebut adalah berinisial AS (16), pelajar SMA, warga Kelurahan Kotagapura, Kotabumi dan AB (15), warga Kelurahan Rejosari, Kotabumi, Lampung Utara. 

Kasatreskrim Polres Lampung Utara, AKP Dony Kristian, Kasat Reskrim mewakili AKBP Budiman Sulaksono Kapolres Lampung Utara kepada Lampost.co, mengatakan kedua pelajar pelaku cabul ditangkap beberapa hari lalu di dua lokasi yakni tersangka inisial AS, saat berada di Bandar Lampung dan tersangka AB, di kediaman rumahnya. 

"Mereka berdua ditangkap karena diduga kasus pencabulan secara bergilir terhadap inisial DF (16), seorang  pelajar SMA warga Kotabumi, Lampung Utara yang dilakukan suatu tempat  studio yang dilakukan beberapa.minggu lalu," ujarnya.

Kasat Reskrim juga menjelaskan saat ini kedua pelaku masih dalam pemeriksaan  petugas dan penanganan kasus ini dilakukan setelah pihaknya mendapatkan adanya laporan dari pihak keluaraga korban  usai kejadian tersebut. 
Awal kejadian itu, korban yang kenal dari salah seorang pelaku tersebut dihubungi melalui ponsel  diajak  janjian untuk bertemu di salah satu tempat studio  musik di jalan pelangi II Kelurahan Kotagapura pada tangal 5 januari 2019 lalu pukul 10.00.  Tanpa menaruh curiga  korban akhirnya menuruti ajakan tersangka berinisial AS, dan setelah keduanya bertemu  dilihatnya  studio musik sepi, tiba-tiba tersangka AS, langsung memakasa untuk melayani layaknya sepasang suami istri. 
"Karena takut akhirnya korban melayani perbuatan bejat tersangka tersebut," ujarnya. Usai melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut , korban tidak diperbolehkan pulang ke rumahnya hingga ke-sesokan harinya. Untuk kedua kalinya korban dipakasa untuk melayani layaknya sepasang suami istri dan perbuatan  bejat tersebut dilakukan juga oleh temannya berinsial AB. 
"Kedua tersangka melakaukan pencabulan secara bergilir yang dilakukan.pada tempat lokasi yang sama," ujarnya. Dalam penanganan kasus ini, pihaknya kini masih terus melakukan proses penyidikan dan tidak menutup.kemungkinan atas tersangka lainya. 

Ahmad sobirin

Berita Terkait

Komentar