Kecelakaanjalanrusak

Kerap Makan Korban, Warga Desak Perbaikan Jalinpantim Dipercepat

( kata)
Kerap Makan Korban, Warga Desak Perbaikan Jalinpantim Dipercepat
Foto. Lampost.co/Aan Kridalaksono


KALIANDA (Lampost.co) -- Lubang di Jalan lintas pantai timur (Jalinpantim) Kabupaten Lampung Selatan yang akan diperbaiki, membahayakan para pengguna jalan. Salah satunya di ruas Jalinpantim kecamatan Ketapang.

Lubang jalan di wilayah itu kerap memakan korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas), terutama pada malam hari. Rata-rata korbannya pengendara sepeda motor. Sebagian korban mengalami luka parah karena terjatuh setelah menghantam lubang yang digali dan akan diperbaiki tersebut.

Yosi (46), warga jalinpantim Desa Sumbernadi kecamatan Ketapang, mengatakan, jalan yang akan diperbaiki itu mulai digali sejak pekan lalu. Namun sampai saat ini belum juga ditambal. Sehingga, kendaraan sepeda motor kerap terperosok dan jatuh di lubang tersebut.

“Beberapa kali saya melihat pengendara sepeda motor jatuh akibat terperosok lubang dan ada juga motornya yang rusak, karena lubang-lubang itu berderet tak beraturan membuat pengendara menghindari lubang justru terperosok," ujarnya kepada lampost.co, Senin, 23 Maret 2020.

Warga lainnya, Basari mengatakan, terjadinya kecelakaan tunggal yang disebabkan jalan berlubang itu, membuat warga sekitar kaget dan waswas. Pasalnya, kecelakaan yang rata-rata menimpa pengendara motor telah mengagetkan warga.

“Kami warga terpaksa menolong korban. Ketika ada kecelakaan di malam hari, kami pun bangun dan keluar rumah. Setelah adanya lubang jalan itu, kami tidak tidur nyenyak karena terjaga ketika ada kecelakaan,” ungkapnya.

Warga maupun pengguna jalan meminta kepada Bina Marga untuk segera memperbaiki jalan yang berlubang itu, untuk menekan angka lakalantas tunggal tersebut.

”Kalau belum pasti kapan akan ditambal, tidak perlu digali seperti itu malah membuat pengguna kalan sengsara," ujar Erwan, salah seorang pengguna jalan yang mengeluhkan kondisi jalinpantim kecamatan Ketapang saat ini. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar