#kriminal#pencurian#beritatanggamus#tipugelap

Kerap Lakukan Tipu Gelap, Residivis Asal Limau Kembali Dibekuk

( kata)
Kerap Lakukan Tipu Gelap, Residivis Asal Limau Kembali Dibekuk
Pelaku penipuan dan penggelapan saat diperiksa petugas. Foto: Dok

Kotaagung (Lampost.co): Reza Falepi (26) warga Pekon Bajaragung, Kecamatan Limau, Tanggamus digelandang dari salah satu Lapas Lampung ke Mapolsek Kotaagung. Pasalnya, narapidana ini kerap melakukan penipuan dengan mengaku sebagai Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Pandra Arsyad.

Kapolsek Kotaagung AKP Muji Harjono, mengatakan terungkapnya kasus ini setelah pihaknya menerima laporan dari warga. Salah satu korbannya adalah Rodial (33) warga Pekon Sukajaya. Kepada korban dia mengaku sebagai Kepala Pekon Ketapang, Kecamatan Limau dan berhasil meraup Rp6 juta yang ditransfer melalui ATM. Peristiwa ini terjadi pada 1 Maret 2020.

"Setelah kami lakukan penyelidikan, pelaku dapat diidentifikasi pada Selasa (25 Maret 2020). Pelaku merupakan residivis perkara penipuan dan penggelapan yang saat ini menjalani hukuman di Lapas," kata Kapolsek mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Kamis, 26 Maret 2020.

Saat dilakukan pengembangan, kata dia, terungkap jika pelaku kerap melakukan aksi penipuan dengan mencatut nama Kabid Humas Polda Lampung guna meminta uang kepada para korbannya. Selain itu juga pernah mengaku sebagai calon bupati Pesawaran dan meminta sejumlah uang kepada warga Pesawaran untuk dana kampanye. 

"Dalam menjalankan aksinya, pelaku bahkan mengaku Kabid Humas Polda Lampung. Ini sesuai dengan screenshot WhatsApp handphone yang gunakan pelaku," katanya.

Dalam proses penangkapan residivis ini, kata AKP Muji, pihak kepolisian melakukan pengecekan kesalah satu bank sehingga dapat diketahui identitas penerima dana transferan atas nama DE warga Sukoharjo, Pringsewu.

Ketika dimintai keterangan DE mengaku jika tidak mengenal pelaku karena ATM miliknya hanya di pinjam oleh EV yang merupakan pacar Reza Falepi. "Dari keterangan kedua saksi lalu kami bergerak ke Lapas. Pelaku juga telah mengakui semua perbuatannya," kata Kapolsek.

Tanpa diduga, EV ternyata juga menjadi korban penipuan Reza Falepi. Kepada EV, pelaku mengaku sebagai anggota DPRD Pesawaran dan berpacaran melalui telepon. Pada saat kejadian, EV meminjam ATM milik DE karena tidak memiliki rekening bank. Setelah uang diambil kemudian diserahkan kepada orang suruhan pelaku yang mendatangi rumah EV.

Di tahun 2017, pelaku Reza Falepi dijebloskan ke sel tahanan karena melakukan penipuan terhadap warga Pugung. Kepada korbannya dia mengaku sebagai Kasat Reskrim Polres Tanggamus yang saat itu dijabat AKP Hendra Saputra.

Kemudian, di 2018 atau belum lama menghirup udara bebas dia kembali melakukan aksi penipuan disertai pencurian dengan kekerasan (Curas) sepeda motor di Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu. Dalam aksi kejahatan kali ini dia mengaku sebagai Buser Polres Tanggamus.

Ketika menjalani masa hukuman di 2018, pelaku juga pernah mengaku salah satu calon bupati Tanggamus kepada para pengusaha. Pelaku meminta sejumlah uang dengan alasan modal kampanye dan berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Tanggamus.

Atas kejahatannya, pelaku dapat dipersangkakan Pasal 378 KUHPidana dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara ditambah 2/3 karena seorang residivis. Atas perkara ini pelaku akan dipindahkan ke Lapas Kotaagung, Tanggamus.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar