#normalisasi#waypisang#lamsel#beritalampung

Kerap Banjir, Warga Palas Minta Normalisasi Sungai Way Pisang 

( kata)
Kerap Banjir, Warga Palas Minta Normalisasi Sungai Way Pisang 
Warga Kecamatan Palas, Lampung Selatan, minta Sungai Way Pisang di normalisasi. (Foto:Lampost/Armansyah)

KALIANDA (Lampost.co) -- Masyarakat Kecamatan Palas, Lampung Selatan, meminta Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) Provinsi Lampung dapat melakukan normalisasi Sungai Way Pisang. Pasalnya, setiap hujan deras Sungai Way Pisang kerap meluap. 

Seperti yang diungkapkan, Ramli (36) warga Desa Pematangbaru mengatakan setiap hujan deras Sungai Way Pisang kerap menimbulkan banjir hingga merusak sejumlah infrastruktur. Tertutama infrastruktur jalan yang merupakan akses transportasi masyarakat setempat. 

"Jika menuju ke desa kami memang harus melintasi Sungai Way Pisang. Nah, ketika meluap, banjir pasti meluap hingga masuk ruas jalan menuju Desa kami," kata dia, Jumat (14/12/2018).

Hal senada diungkapkan, Suratejo (46) warga lainnya. Dia mengatakan aliran Sungai Way Pisang perlu di normalisasi oleh BBWSMS Lampung. Sebab, aliran sungai sudah banyak endapan lumpur dan setiap bibir sungai dipenuhi pepohonan. 

"Banjir beberapa lalu saya kira akibat banyak pepohonan yang tumbuh besar di bantaran Sungai Way Pisang. Sehingga, luapan Sungai Way Pisang tersumbat atau tidak pancar karena banyaknya pohon," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Penanganan Banjir BBWSMS Lampung, Dedi saat ditemui dilokasi tanggul penangkis yang jebol, Kamis (13/12), mengatakan pihaknya hanya melakukan perbaikan tanggul penangkis yang jebol beberapa waktu yang lalu. 

"Kami ini sifatnya hanya menanggulangi bencana banjir beberapa waktu yang lalu. Jadi, kami hanya memperbaiki tanggul penangkis yang jebol itu saja," kata dia. 

Dedi mengatakan untuk melakukan normalisasi Sungai Way Pisang membutuhkan perencanaan dari awal. Sehingga, pada pelaksanaannya bisa berjalan dan sesuai harapan. "Kalau normalisasi tentu ada perencanaan awal dulu. Tidak seketika normalisasi," kata dia. 

Armansyah



Berita Terkait



Komentar