#seleksijptp#seleksipejabat#lelangjabatan#beritalampung

Keputusan JPTP Terpilih Tinggal Menunggu Persetujuan KASN

( kata)
Keputusan JPTP Terpilih Tinggal Menunggu Persetujuan KASN
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co): Panitia Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung tahun 2020 telah merampungkan tugasnya. Daftar nama-nama pejabat yang kompeten tersebut sudah dilaporkan kepada Gubernur Lampung dan tinggal menunggu hasil dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Adapun daftar jabatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung yang tinggal menunggu pengumuman hasil pejabat terpilih yakni kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia; kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah; kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik; kepala Dinas Kehutanan; kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral; kepala Dinas Sosial; kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kemudian kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan; kepala Dinas Lingkungan Hidup; kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi; kepala Satuan Polisi Pamong Praja; Direktur RSUD Abdul Moeloek; kepala Biro Umum; kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa; kepala Biro Organisasi; dan wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Abdul Moeloek.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto mengatakan mengenai kelanjutan dari seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) sudah ada 3 nama calon yang dilaporkan kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sesuai dari urutan nilai ranking masing-masing peserta seleksi. Kemudian selanjutnya Gubernur menyampaikannya kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Ketiga nama dimasing-masing OPD sudah diserahkan kepada Gubernur dan Gubernur sudah melapor kepada KASN, tinggal kita tunggu saja dari rekomendasi KASN untuk dilanjutkan pelantikan," kata Fahrizal di Kantor Gubernur Lampung, Selasa, 6 Oktober 2020.

Kemudian disinggung mengenai posisi untuk jabatan beberapa OPD yang masih kosong karena belum ada pejabat yang memenuhi kompetensi jabatan maka pihaknya akan melakukan penataan pegawai yang ada melalui job fit atau penilaian tentang kesesuaian antara kemampuan pegawai dengan tuntutan pekerjaan.

"Nanti kita akan tata dari pegawai yang ada melalui job fit. Bila masih kosong lagi maka dibuka lelang jabatan atau oppen bidding kembali," katanya.

Mengenai ada pejabat yang dinyatakan belum kompeten dalam seleksi terbuka tersebut, Fahrizal mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan kembali kompetensi pegawai dengan cara memaksimalkan persiapan dan kemampuan pegawai. Pemahaman ketentuan dan aturan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan serta birokrasi lebih dioptimalkan kembali.

"Para pejabat ini dituntut untuk meningkatkan kemampuan menulis dan pemaparan. Karena kalau menjadi pejabat eselon II harus memahami secara komprehensip aturan teknis, manajerial, sosio cultural, pemerintahan daerah serta hubungan eksekutif dengan legislatif dan menbuka komunikasi publik," katanya.

Sejak awal pendaftaran, proses seleksi terbuka diikuti oleh 92 orang peserta, dari pendaftar tersebut ada peserta yang melamar dilebih dari satu formasi pendaftaran. Ada 139 berkas pendaftar yang masuk kepada panitia, tetapi ada 9 berkas yang tidak memenuhi syarat seperti umur yang melampaui batas dan berkas yang tidak memenuhi syarat. Jadi hanya 130 berkas yang melaju ketahap selanjutnya untuk uji kompetensi. Untuk bobot penilaiannya yakni penilaian rekam jejak seleksi adminustrasi 20%, uji kompetensi 25%, penilaian makalah 20% dan wawancara 35%.

Kemudian terekap ada sekitar 62 orang pejabat yang mengikuti seleksi terbuka JPTP di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung tahun 2020 diketahui tidak kompeten pada formasi-formasi yang dibuka seperti jabatan Assisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah, kepala Badan Kepegawaian Daerah, Badan Pendapatan Daerah serta Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar