Bawaslupilkada

Pengamat: Keputusan Bawaslu Bermasalah Secara Administrasi

( kata)
Pengamat: Keputusan Bawaslu Bermasalah Secara Administrasi
Calon Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana. Lampost.co/Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat Politik, Budi Kurniawan mengatakan keputusan Bawaslu pada sidang pelanggaran terstruktur, sistematis, dan massif (TSM) di pemilihan kepala daerah Kota Bandar Lampung tak berfokus pada subjek terlapor.

Menurutnya, keputusan Bawaslu Lampung bermasalah secara administrasi. Sebab, subjek yang diserang adalah Wali Kota Bandar Lampung dan bukan pasangan calon. 

“Banyak yang fokusnya tidak tepat, salah satunya yang disasar adalah Walikota Bandar Lampung. Padahal kalau dilihat secara formal, legal, dan sah keduanya bukan incumbent (petahana),” ujarnya kepada Lampost.co melalui sambungan telepon, Rabu, 6 Januari 2021.

Kendati demikian, keputusan tersebut masih bisa berubah ditingkatan lebih atas, yaitu Mahkamah Agung. Dengan syarat memiliki bukti kuat dan dapat dibuktikan. Terutama membuktikan Eva dan Herman HN tidak memiliki hubungan petahana, walaupun secara sah berstatus suami-istri.

Budi juga mengingatkan kepada pihak Eva Dwiana-Deddy Amarullah harus bisa membuktikan dirinya bukan petahana formal dengan Herman HN, melainkan hanya sebatas petahana kultural.

“Ketika naik ke MA bisa dibuktikan dan terbukti seluruh gugatan itu tidak benar, maka keputusan bisa berubah dengan melakukan gugatan kembali di tingkat lebih tinggi,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mengkhawatirkan usai putusan tersebut yamg berpotensi memicu kegaduhan. “Pilkada sudah reda bahkan dengan kemenangan mutlak, tetapi tiba-tiba ada putusan bawaslu ini. Harus ada mediasi yang dilakukan jangan sampai hal seperti ini memecah belah,” kata dia.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar