#NUANSA#OBITUARIUM

Kepulangan Dua Tokoh

( kata)
Kepulangan Dua Tokoh
Dok. tajukflores.com


BANJIR belum lagi reda di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah hingga kini terus berupaya membantu mereka yang ditimpa musibah. Namun, kabar berpulangnya dua tokoh yang berasal dari NTT itu sungguh menyesakkan dada serta pikiran. 

Kabar pertama datang dari penyair yang mendapat julukan sebagai Presiden Malioboro, yaitu Umbu Landu Paranggi. Menyusul, cendekiawan publik yang kritis terhadap kekuasaan, Daniel Dhakidae. Keduanya berpulang pada 6 April 2021 dengan usia yang juga hanya terpaut satu tahun. Umbu wafat pada usia 77 tahun dan Daniel pada usia 76 tahun.

Umbu kelahiran Desa Kananggar, Kecamatan Paberiwai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Sementara Daniel kelahiran Toto-Wolowae, Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Keduanya mengembuskan napas terakhir di tempat yang berbeda. Umbu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Mandara di Denpasar, Bali, sekitar pukul 03.55 WITA, sedangkan Daniel mengembuskan napas di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Izinkan saya menuliskan sejumlah pernyataan dari cendekiawan, akademisi, jurnalis, yang mengenal sosok almarhum Umbu dan Daniel. Sejarawan Asvi Warman Adam menyebutkan Daniel adalah sosok ilmuwan sosial terkemuka Indonesia. Di sisi lain, jurnalis senior Kompas, Ninok Leksono, menyatakan Daniel adalah pemikir tangguh yang memahami keadaan sosial-politik dan konsisten dalam prinsip.

Menurut Ninok, Daniel juga penganjur literasi yang tekun, seperti diperlihatkan dalam memimpin dan mengelola majalah Prisma. Ninok juga melanjutkan kepergiannya merupakan kehilangan bagi bangsa yang masih membutuhkan sosok pemikir yang penuh integritas.

“Semoga jejak pemikiran dan integritas Daniel menginspirasi generasi muda Indonesia,” kata Ninok melalui percakapan WA, Selasa (6/4).

Peneliti politik LIPI, Hermawan Sulistyo, menyatakan Daniel Dhakidae adalah intelektual papan atas Indonesia. Sebagai alumnus Cornell University, universitas papan atas (Ivy League) di AS, Daniel juga membangun reputasi internasional. Selama puluhan tahun, Daniel juga menjadi salah satu ikon dunia pemikiran Indonesia.

“Daniel Dhakidae adalah manusia praksis (praxes),” kata Kiky, sapaan akrabnya, melalui percakapan WA, beberapa hari lalu.

Adapun untuk Umbu, Cak Nun dalam salah satu esai panjangnya yang banyak tersebar di berbagai laman blog dan media sosial menuliskan catatannya mengenai almarhum Umbu Landu Paranggi berjudul Presiden Maliboro. Budayawan sekaligus ziarawan, Taufik Rahzen, juga mengungkapkan kepergian dua tokoh yang lahir di bagian timur Indonesia. Menurutnya, tokoh itu adalah Dua Pejalan Agung dari Timur. Rahzen menyatakan Umbu Landu dan Rama Daniel, memasuki tanah leluhur Paraing Marapu.

“Tempat mereka akan dilahirkan kembali, hidup melayang dalam kesadaran. Merayakan kehidupan dan kematian bersama-sama. Lahirlah kembali,” kata Rahzen seraya mengenang kebaikan kedua tokoh dari NTT itu.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar