#pungli#studytour

Kepsek Bantah Paksa Bayar Rp650 Ribu untuk Ambil Rapor

( kata)
Kepsek Bantah Paksa Bayar Rp650 Ribu untuk Ambil Rapor
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dugaan pemaksaan pembayaran uang study tour ke Palembang, Sumatera Selatan, di SDN 2 Sumberrejo, Kemiling, dibantah Kepala Sekolah Eilya Rosa. Kegiatan tersebut tidak wajib bagi siswa.

"Saya pastikan tidak ada pemaksaan atau siswa wajib membayar, apalagi sampai enggak bisa ambil rapor kalau tidak bayar biaya itu. Itu enggak benar," ujarnya, Minggu, 22 Desember 2019.

Dia mengatakan kunjungan ke Palembang tersebut sifatnya karya wisata untuk melakukan penulisan sejenis makalah di semester genap nanti bagi para siswa. "Enggak diwajibkan, memang kami bilang kalau bisa menabung. Dan yang enggak bisa ikut ke Palembang, nanti kami arahkan karya wisatanya di Lampung, misalnya mengunjungi museum atau yang lainnya. Nanti bisa dari sini saja tugas mereka. Ini kan juga masih rencana," katanya.

Berita terkait: Ambil Rapor, Siswa Harus Bayar Rp650 Ribu untuk Study Tour

Diberitakan sebelumnya, untuk mengambil rapor, siswa diharuskan membayar uang Rp650 ribu dengan dalih untuk jalan-jalan ke Palembang, Sumatera Selatan. Hal itu disampaikan salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.

Rencana jalan-jalan tersebut, bakal berlangsung pada 15 januari 2020 dan pulang keesokannya. Sekolah berdalih, kegiatan tersebut merupakan agenda study tour.

"Kepala sekolah mau ngadain jalan-jalan ke Palembang, murid-murid harus membayar Rp650 ribu. Ikut enggak ikut harus bayar," ujarnya kepada Lampost.co, Minggu, 22 Desember 2019.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar