#pemerasan#pungli#korupsi

Kepala UPTD Puskesmas Batanghari Diamankan Peras Calon TKS

( kata)
Kepala UPTD Puskesmas Batanghari Diamankan Peras Calon TKS
Ilustrasi.Dok.Lampost.co

Sukadana (Lampost.co) -- Polres Lampung Timur mengamankan Kepala UPTD Puskesmas Batanghari EN (46), Kamis petang, 20 Agustus 2020, karena diduga melakukan pungutan liar. Penangkapan tersebut karena EN diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan meminta sejumlah uang kepada para calon tenaga kerja sukarela (TKS) di UPTD yang dipimpinnya.

Kasat Reskrim AKP Faria Arista mendampingi Kapolres Lamtim AKBP Wawan Setiawan, menjelaskan EN diamankan Polres Lamtim berdasarkan laporan sejumlah calon TKS yang menjadi korbannya. EN menjanjikan kepada para korban akan mendapatkan surat keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Lamtim kemudian akan menerima honor sesuai upah minimum kabupaten (UMK). 

Untuk itu, dalam kurun waktu 2018 dan 2019, EN meminta sejumlah uang kepada para calon TKS dimaksud. Uang yang diminta tersebut diserahkan para korbannya langsung di rumah tersangka EN di wilayah Kecamatan Batanghari.

"Namun, hal itu ternyata hanya akal-akalan tersangka EN belaka. Sebab faktanya, para calon TKS  tersebut tidak mendapatkan SK pengangkatan dari bupati Lamtim tapi hanya surat perintah tugas (SPT) yang ditandatangani tersangka selaku kepala UPTD Puskesmas Batanghari," ujarnya Jumat, 21 Agustus 2020. 

Dalam kurun waktu 2018 hingga 2019 tersebut tercatat 18 calon TKS yang sudah menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp185,5 juta.

Menindaklanjuti laporan para korban tersebut,  kata AKP Faria, jajaran Polres Lamtim kemudian melakukan penyelidikan dan akhirnya mengamankan EN pada Kamis petang, 20 Agustus 2020.

Dia menyatakan atas perbuatannya tersangka EN akan dijerat dengan Pasal 12 huruf e UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Tersangka kami amankan untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut,” katanya.

Sementara saat diperiksa petugas di Satuan Reskrim Polres Lamtim, tersangka EN mengakui perbuatannya. 

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar