#vaksin#vaksinasi#sekolah

Kepala Sekolah di Pesawaran Diminta Kejar Target Vaksinasi Covid-19

( kata)
Kepala Sekolah di Pesawaran Diminta Kejar Target Vaksinasi Covid-19
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


Pesawaran (Lampost.co) -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran meminta seluruh kepala sekolah untuk mengejar capaian vaksinasi Covid-19 di sekolahnya masing-masing.

Kepala Disdikbud Pesawaran, Anca Martha Utama mengatakan, tidak ada alasan lagi bagi para kepala sekolah untuk tidak mengejar capaian vaksinasi. Pasalnya, pembelajaran tatap muka (PTM) telah dimulai kembali meskipun masih terbatas.

"Kalau beberapa waktu lalu memang ada kesulitan dalam mengejar capaian vaksinasi ini, karena pembelajaran dilakukan secara daring. Sehingga para kepsek (kepala sekolah) kesulitan dalam memobilisasi para anak murid untuk vaksin," ujarnya, Rabu 16 Maret 2022.

Dirinya mengatakan, dengan diberlakukannya kembali PTM, hal ini mempermudah pihak sekolah dalam mendata anak muridnya yang belum melakukan vaksin baik tahap pertama maupun kedua.

"Jadi tidak ada alasan lagi bagi sekolah terkait dengan capaian vaksin untuk sekolah, data anak muridnya yang belum vaksin atau yang akan vaksin dosis dua, segera laporkan kepihak Puskesmas atau ke Disdikbud nanti kita yang akan koordinasi dengan Dinkes setempat agar membuka gerai vaksin di sekolah tersebut," ujar dia.

"Yang harus dipahami sekolah, PTM ini dilakukan karena melihat capaian vaksinasi bagi anak-anak yang telah mencapai 80% lebih, namun pihak pemerintah juga meminta agar vaksinasi ini bisa mencapai 100% bagi anak-anak kita, agar memperkecil potensi penyebaran virus covid-19 di sekolah," kata dia.

Pihak sekolah juga memiliki kewajiban, lanjut Anca, untuk memberikan pemahaman kepada para wali murid yang masih melarang anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan vaksinasi dengan metode kekeluargaan.

"Kita belum mengetahui keputusan yang akan diambil apabila ada anak yang belum ikut vaksin sama sekali, yang jelas anak murid yang belum mengikuti vaksin, resiko terpaparnya semakin tinggi, maka dari itu kita minta pihak sekolah agar terus memberikan edukasi kepada wali murid yang melarang anaknya mengikuti vaksinasi," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar