#penganiayaan

RF Gegar Otak Akibat Hantaman Benda Tumpul

( kata)
RF Gegar Otak Akibat Hantaman Benda Tumpul
Konferensi pers Tim Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara menyebutkan hasil autopsi jenazah RF (17), narapidana anak LPKA Kelas II Bandar Lampung, Minggu, 24 Juli 2022. Lampost.co/Salda.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara menyebutkan hasil autopsi jenazah RF (17), narapidana anak LPKA Kelas II Bandar Lampung. RF meninggal karena banyak luka benda tumpul hingga gegar otak. 

Ketua Tim Kedokteran Forensik RS Bhayangkara, Jims Ferdinand Tambunan, mengatakan tim forensik mengamati organ selaput tebal otak. Hasilnya, korban diduga meninggal akibat cedera pada jaringan otak. 

"Hasil ini identik dengan kekerasan trauma tumpul. Pemeriksaan bagian luar dan dalam ini juga diperkuat hasil lab," kata Dr Jims, Minggu, 24 Juli 2022. 

Baca juga: Peran Empat Tersangka Saat Menganiaya RF

Tim forensik turut mendapati korelasi kerusakan beberapa cedera hingga luka di bagian kepala dan anggota tubuh lainnya. Dengan hasil adanya unsur kekerasan terhadap RF yang dilakukan lebih dari satu orang.

Berdasarkan pemeriksaan organ tubuh luar RF, terlihat dari daerah dagu, rahang, dahi, lengan, punggung, dan tangan serta dekat daerah jari turut mengalami kerusakan. 

"Hal serupa juga teridentifikasi pada area dada, perut, termasuk anggota gerak bagian bawah tungkai atau paha korban,"katanya.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung menetapkan empat tersangka penganiayaan yamg dilakukan sesama warga binaan terhadap RF (17).

Empat orang itu yakni IA (17) warga Tanggamus, NP (16) warga Bandar Lampung, RB (17) warga Lampung Utara, BS (17) warga Way Kanan.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar