#narkoba#kriminal#beritalampung

Kepala LP Rajabasa Ancam Sipir Pembantu Napi Pengendali Narkoba

( kata)
Kepala LP Rajabasa Ancam Sipir Pembantu Napi Pengendali Narkoba
Ilustrasi. Medcom.id

Bandar Lampung (Lampost.co): Sebanyak 6.969 ekstasi asal Aceh yang disita oleh BNNP Lampung dikendalikan dari LP Kelas IA Bandar Lampung atau LP Rajabasa. Dua narapidana jadi tersangka yakni M. Nasir (31) dan David  Prasetyo (31). Keduanya merupakan pengendali asal Pesawaran.

Kepala LP Kelas IA Bandar Lampung Syafar Pudji Rochmadi mengatakan pihaknya tak paham kenapa napi bisa mengendalikan peredaran narkoba dari dalam LP. Padahal, menurutnya upaya pemeriksaan rutin, razia keamanan dan ketertiban, hingga pengawasan ekstra sudah dijalankan. Termasuk pemasangan x ray untuk mengawasi pengunjung.

Baca juga: 6.969 Pil Ekstasi Disembunyikan di Ban Serep

"Ini penghianat-penghianat (sipir, red) masih kita cari. Kalau ada kita tindak tegas, karena perkara ini masih ditangani BNNP. Kami berharap BNN bisa membantu menemukan. Jika memang ada oknum yang membantu napi (mendapatkan alat komunikasi dan hal lainnya)," ujarnya, Kamis, 2 Juli 2020.

Ia menambahkan salah satu upaya untuk menanggulangi potensi-potensi pengendalian narkoba dan hal lainnya sudah dilakukan oleh LP Rajabasa.

Baca juga: Penyelundupan Ribuan Ekstasi Dikendalikan Napi Vonis Mati dari Lapas

Salah satunya mengajukan pemindahan narapidana kelas berat dan napi bandar narkoba kelas kakap untuk dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan yang lebih memiliki pengawasan tingkat tinggi (extra maximum security).

"Ada sekitar 37 warga binaan disini yang vonis mati, termasuk itu (pengendali narkoba). Kita sudah usulkan agar dipindah misalnya ke Nusakambangan. Tapi belum di acc. Kan alurnya LP ajukan ke Kanwil, dari Kanwil ke pusat. Tapi dari Ditjenpas belum ada, apalagi napi-napi dari LP lain (kasus besar) di Lampung banyak dipindahkan ke kita, jadinya kita tambah beban," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar