#narkoba#ganja#sabu

Kepala LP Mengaku Tak Tahu Soal Penyelundupan 7 Kg Sabu Pakai Drone

( kata)
Kepala LP Mengaku Tak Tahu Soal Penyelundupan 7 Kg Sabu Pakai Drone
Barang bukti sabu seberat 7 kg, dan alat-alat lainnya yang diamankan oleh petugas. Dok/istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IA Bandar Lampung Maizar menyatakan belum mendapatkan informasi terkait penyelundupan 7 kg sabu yang berhasil digagalkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung.

Sabu tersebut diduga akan diselundupkan lewat drone atau pesawat tanpa awak ke dalam dua lapas di Bandar Lampung, yakni LP Kelas IA Bandar Lampung dan LP Way Hui.

Baca juga: Polda Gagalkan Penyelundupan 7 Kg Sabu-sabu via Drone

"Kami belum mendapat informasi, tapi siap berkoordinasi dan membantu Polda Lampung jika ingin mendalami dugaan tersebut. Siapa napinya akan kami bantu, tentunya enggak ada ampun buat napi itu kalau memang benar," katanya, Sabtu, 1 Mei 2021.

Menurut Maizar dugaan penggunaan drone menandakan jika upaya penyelundupan di LP Rajabasa sangat sulit, sehingga modus-modus terbaru diduga muncul.

"Sekarang mau masuk-masukin (barang) enggak bisa, kami ketat, razia ketat, x-ray ada, titipan atau besok diperiksa semua (termasuk barang untuk ke napi), mau lewat tembok dilempar kami sudah pasang CCTV," katanya.

Senada Kepala LP Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Kunrat Kasmiri mengatakan hingga saat ini belum mendapatkan informasi dari kepolisian terkait penyelundupan sabu 7 kg.

"Kami tahu dari media, sampai saat ini Polda belum koordinasi, mungkin masih dalam pengembangan," katanya.

Sementara Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Lampung Kompol Alsyahendra mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap perkara tersebut sehingga belum memaparkan secara rinci. Ia juga menyebutkan belum ada narapidana yang ditangkap terkait dugaan peredaran narkoba tersebut.

"Sampai saat ini belum ada," katanya

Sebelumnya Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menangkap Muslih (36), warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, pada 29 April 2021. Dari tangan pelaku disita barang bukti berupa 7 kg sabu yang dibungkus plastik teh asal China, dan 225 gram ganja.

Diduga sabu tersebut hendak diselundupkan pelaku ke LP di Way Hui dan Rajabasa menggunakan drone.

Winarko







Berita Terkait



Komentar