#beritalampung#pemecatan#pengundurandiri

8 Ketua RT Kompak Mundur karena Kepala Lingkungan Dipecat

( kata)
8 Ketua RT Kompak Mundur karena Kepala Lingkungan Dipecat
Lurah Waydadi Helpi Nurdin, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, saat ditemui dikantornya, Senin, 21 Oktober 2019. Lampost.co/Deta Citrawan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sebanyak 8 ketua RT di Lingkungan 1, Kelurahan Waydadi, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, serempak mengundurkan diri. Belakangan diketahui pengunduruan itu dengan alasan tidak terimanya para ketua RT atas pemecatan Kepala Lingkungan setempat. 

Pemecetan itu dilakukan langsung oleh Camat atas rekomendasi Lurah. Dimana sebanyak 2 Kepala Lingkungan (Kaling) telah diberhentikan dengan alasan masa jabatan berakhir sejak 18 Oktober 2019. 

Maka dari itu, 8 ketua RT Lingkungan 1, Kelurahan Way Dadi serempak menyampaikan pengunduran diri melalui surat pernyataan yang dibuat dan ditandatangani oleh masing-masing ketua RT dari lingkungan 1, sebagai bentuk protes kepada lurah. 

Ketua koordinator dan juga merupakan salah satu ketua RT yang mengundurkan diri, Subhan A. Latief, menyampaikan secara langsung surat pernyataan pengunduran diri 8 ketua RT ke kantor Kelurahan Waydadi. 

"Ini sebagai bentuk toleransi kami (8 RT) terhadap kepala lingkungan kami yang tiba-tiba diberhentikan. Dan kami ingin ini sebagai pembelajaran pemerintah bahwa menerapkan sesuatu sesuai aturan," ujar ketua RT 8 itu di kantor Kelurahan Waydadi, Senin, 21 Oktober 2019.

Menurutnya, dalam proses pemberhentian Kepala Lingkungan tidak berdasarkan hasil musyawarah dan RT tidak dilibatkan. Dimana alasan pemberhentian Kepal Lingkungan hanya sepihak saja, sebatas bahwa masa jabatannya telah habis. 

Ditempat yang sama, Lurah Way Dadi Helpi Nurdin mengatakan bahwa pemecatan dua Kepala Lingkungan itu sudah sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 82 Tahun 2012 tentang pembentukan lingkungan kelurahan Kota Bandar Lampung.  "Dalam rangka pemberhentian kedua Kaling itu sudah sesuai dengan Perwali, jadi memang karena telah habis masa jabatan tersebut per 3 tahun. Artinya jika dia ingin ditunjuk kembali itu atas wewenang Camat," ungkapnya. 

Disisi lain, Triyono Arifin Kepala Lingkungan 1, Kelurahan Waydadi, yang telah diberhentikan oleh Lurah mengatakan sebelumnya pada Jumat (18 Oktober 2019) lalu, ia disambangi oleh Lurah dengan memberitahukan akan ada pergantian Kaling. 

Dirinya tidak mempermasalahkan ada pergantian, namun dengan catatan hal itu harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Bahwa menurutnya, pergantian harus didasarkan pada alasan jelas sehingga dapat dilakukan pemecatan atau pemberhentian. 

"Kemudian Sabtu (19 Oktober 2019), sorenya saya kumpulkan seluruh RT, bermaksud pamitan dan mengucapkan terima kasih selama menjadi kepala lingkungan. Begitu malamnya saya dengar kabar mereka mengundurkan diri karena tidak terima saya dipercat yang menurut mereka secara sepihak," ujar Triyono.   

Dirinya pun tidak menyangka bahwa seluruh RT mulai dari 1 sampai 8 serempak mengundurkan diri dan mengajukan pernyataan pengunduran diri ke kantor Kelurahan Waydadi, Kecamatan Sukarame. 

Deta Citrawan

Berita Terkait

Komentar