sidangkorupsipengadilannegeribantuanberaswaykanan

Kepala Kampung Korupsi Bantuan Beras Divonis 4 Tahun

( kata)
Kepala Kampung Korupsi Bantuan Beras Divonis 4 Tahun
Lampost.co/Febi Herumanika


Kepala Kampung Agromulyo, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, Supratikno (50) tidak mengajukan banding atas vonis empat tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi Tanjungkarang.

Jaksa Achmad Rismadhani, menjelaskan putusan majelis hakim dinilai terdakwa sesuai dengan pasal yang dituntutkan. Hal itu menjadi pertimbangan terdakwa tidak mengajukan upaya banding.

"Kalau banding otomatis kami banding juga, tetapi dia menerima vonis karena dinilai sesuai pasal," kata Achmad.

Dia menjelaskan, dalam pertimbangan putusan, hakim menilai terdakwa tidak ada itikad pengembalian kerugian negara yang ditimbulkan atas perbuatanya. "Tidak ada pengembalian uang kerugian negara sekitar Rp300 juta," kata dia.

Sementara itu, terkait tersangka baru dalam kasus itu, Dhani mengatakan dari hasil penyelidikan awal hingga fakta persidangan yang terungkap belum ada arah ada tersangka lainnya. "Belum ada perkara ini one man one show, gak ada yang membantu terdakwa," katanya.

Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang memvonis mantan kepala Kampung Argomulyo, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan atas nama Supratikno (50) dengan pidana penjara selama 4 tahun penjara, lantaran melakukan tindak pidana korupsi beras subsidi (Rasta) milik masyarakat.

Hakim Ketua Efiyanto mengatakan Terdakwa secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Hakim menjelaskan, terdakwa terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang–Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang dirubah dan ditambah dengan Undang–Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang–Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Supratikno dengan pidana penjara selama 4 Tahun, serta denda Rp200 juta Subsider 1 bulan," kata Hakim Efiyanto.

Selain pidana penjara terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp303 juta subsider 1 tahun pidana penjara.

Vonis majelis Hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa, dimana sebelumnya jaksa menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun dan enam bulan, serta denda Rp350 juta subsider 3 bulan. Selain itu jaksa juga menuntut terdakwa dengan pidana denda Rp300 juta subsider 2 tahun enam bulan.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar