#pesisirbarat

Kepala DLH Sebut Armada Pengangkut Sampah Minim di Pesisir Barat

( kata)
Kepala DLH Sebut Armada Pengangkut Sampah Minim di Pesisir Barat
Sejumlah pengunjung yang berfoto bersama di depan spanduk yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan di Pesisir Barat, Selasa, 26 Juli 2022. (Istimewa)


Krui (Lampost.co) -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pesisir Barat menyoroti armada pengangkut sampah di Pesisir Barat yang minim di lokasi wisata. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Barat, Husni Aripin, mengatakan armada pengangkut sampah dalam wilayah kabupaten itu minim. Pihaknya memiliki dua kendaraan dump truk, satu mobil, dan tiga unit motor roda tiga. Selain kurangnya armada pengangkut, persoalan lain yakni minimnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan buang sampah pada tempatnya.

"Kalau masalah kendaraan operasional dipastikan memang kurang. Kalau bicara idealnya (jumlah kendaraan operasional pengangkut sampah), kami juga gak berani sebutkan angka. Bicara kebersihan armada kebersihan dan fasilitas lain yang kurang, tidak kalah penting kesadaran masyarakat," kata Husni melalui telepon, Selasa, 26 Juli 2022. 

Namun, ia juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat di Pesisir Barat dalam menjaga dan melaksanakan arti kebersihan lingkungan bersama. Husni menyebutkan wilayah yang belum dikelola tentang sampah oleh pemkab yaitu Kecamatan Bangkunat, Ngaras, Ngambur, Karyapenggawa, Pesisir Utara, dan Lemong. 

Dia juga mengimbau seluruh pekon dan kecamatan di kabupaten itu menggunakan dana desa (DD) untuk mengatasi masalah sampah. 

Baca juga: Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan dan BABS di Pesisir Barat Masih Tinggi

Diberitakan sebelumnya, Zane Thomas Redman, Pemilik Hotel Mutiara Alam di Pekon Wayredak, Kecamatan Pesisirtengah, membuat surat kepada gubernur Lampung. Ia meminta pemerintah mengatasi persoalan sampah di lokasi lokasi wisata. Sebab keberadaan sampah mengganggu kenyamanan wisatawan, mengganggu kesehatan, dan merusak objek wisata. 

"Saya membangun dan mengelola hotel di Pesibar sejak 1997, selaku orang asing yang paling lama tinggal serta mencetak SDM andal dalam manajemen lingkungan hidup. Aku ingin menyampaikan di wilayah kami Pesibar ada beberapa kendala di sektor pariwisata dan keamanan lalu lintas," ujar Zane, yang merupakan warga negara Amerika Serikat tersebut. 

Dalam suratnya, dia juga meminta pemerintah dan aparat terkait dapat mengatasi bisingnya knalpot racing dari motor, peredaran miras dan narkotika, konsumsi lem, komik alkohol oleh lapisan masyarakat pelajar, perbuatan zina,  homoseksualitas, dan prostitusi di lokasi wisata kabupaten itu.

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar