#KORUPSI#TANGGAMUS

Kepala DKP Tanggamus Ditahan karena Terseret Dugaan Korupsi BOKB Rp1,5 Miliar

( kata)
Kepala DKP Tanggamus Ditahan karena Terseret Dugaan Korupsi BOKB Rp1,5 Miliar
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan(DKP) Kabupaten Tanggamus, Edison (rompi merah) saat digiring ke mobil tahanan kejari Tanggamus, Kamis, 4 Agustus 2022. (Lampost.co/Rusdy Senapal)


Kotaagung (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tanggamus secara resmi menahan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan(DKP) Kabupaten Tanggamus, Edison, dalam kasus dugaan korupsi pemotongan anggaran dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Tahun 2020-2021 senilai Rp1,5 miliar.

Edison terlihat hadir siang tadi di Kantor Kejari Tanggamus dan sorenya langsung digiring masuk ke mobil tahanan Kejari untuk dijebloskan ke penjara. Sejak digiring hingga masuk mobil tahanan, hanya ada sepatah kata yang yang keluar dari mulutnya yakni, "Taruhannya jabatan." Edison hanya pasrah dalam pengawalan ketat pihak kejaksaan. Proses penahanan tersangka itu dilakukan setelah melalui sejumlah rangkaian penyelidikan dan sebelumnya telah diumumkan sebagai tersangka.

Kajari Tanggamus, Yunardi, dalam keterangan persnya mengatakan telah menahan tersangka dugaan tindak pidana korupsi tersebut pada tahun anggaran 2020/2021. 

"Tersangka berinisial E menghadiri di Kantor Kejaksaan Negeri Tanggamus untuk dilakukan pemeriksaan serta didampingi penasehat hukumnya Sofian Sitepu dan partner dengan surat kuasa khusus pada No. 46/SK/SSP/VIII/2022 Tanggal 1 Agustus 2022," kata Yunardi, di ruang Semaka Konferensi Pers, Kamis, 4 Agustus 2022.

Dia melanjutkan setelah diperiksa sebagai tersangka oleh tim penyidik, maka tim penyidik berkesimpulan terhadap tersangka dilakukan penahanan yang dititipkan di Rutan Kotaagung. 

"Alasan Tim Penyidik melakukan penahan terhadap tersangka sebagaimana alasan pasal 21 ayat 1 KUHP dimana diantaranya dikhawatirkan melarikan diri, kemudian merusak atau menghilangkan barang bukti, serta kemudian tersangka mengulangi tindak pidana," ujarnya.

Disinggung adanya tersangka lain, Yunardi mengaku saat ini terus mengembangkan penyidikan kasus. 

"Dan untuk penanganan tersangka oleh penyidik selama 20 hari sejak 4 Agustus sampai dengan 24 Agustus 2022 di Rutan Kotaagung," kata dia.

Baca juga: Kejari tanggamus Tetapkan Mantan Kadis PPPA Tanggamus Tersangka Korupsi

Yunardi menambahkan penahanan tersangka Edison berdasarkan surat perintah penahanan No Sprint 95/LT 8.19/LT:/08 Tahun 2022 tanggal 4 Agustus tahun 2022.

"Terhadap tersangka E dikenakan pasal 2 Ayat 1 Junto pasal 18 pasal 3 Junto pasal 18 dan atau pasal 12 huruf E Junto pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah UU no 20 tahun 2021 tentang pemberantasan Tipikor," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, modus yang dilakukan tersangka Edison dalam aksinya dengan melakukan pemotongan anggaran pelaksanaan Dana BOKB pada dinas PPPA, Dalduk, dan KB Kabupaten Tanggamus. Tersangka mengumpulkan seluruh pihak pelaksanaan Dana BOKB, mulai dari Kordinator Penyuluh Kecamatan, Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa, dan Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa, dan pihak rumah makan yang dijadikan objek pemotongan.

Berdasarkan laporan hasil penghitungan dari tim audit Inspektorat Tanggamus diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sejumlah Rp1.551.654.762.

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar