#pajak#pemkot

Kepala BPPRD: Terkendala Alat Jangan Dijadikan Alasan Tak Pakai Tapping Box

( kata)
Kepala BPPRD: Terkendala Alat Jangan Dijadikan Alasan Tak Pakai Tapping Box
Tampak petugas rumah makan menggunakan tapping box yang diberikan oleh Pemkot Bandar Lampung. Dok BPPRD Kota Bandar Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Bidang Pajak, Badan Pengelola Pajak, dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandar Lampung, Andre Setiawan, meminta kendala alat tapping box tidak dijadikan alasan para pengusaha sebagai Wajib Pungut (WP).

Hal itu menanggapi keluhan para pengelola tempat usaha di Bandar Lampung dalam penggunaan tapping box atau alat perekam transaksi. Seperti di antaranya kurang mampunya pegawai mengoperasikan alat, hingga kerusakan alat.

"Tim yang turun untuk lakukan maintenance itu ada, bahkan sudah kami sediakan kontak person apabila terjadi problem atau kerusakan. Begitu juga penggunaan alat dibimbing tidak begitu saja harus pakai," kata Andre.

Menurutnya pemkot bersama KPK dan Bank Lampung telah menyediakan tapping box untuk mendukung transparansi para WP dalam menyampaikan pajak retribusi. Sebanyak 500 tapping box telah terpasang dan tersebar di seluruh tempat seperti hiburan, hotel, restoran, rumah makan dan parkir yang dimulai sejak 2018 lalu.

"Sebagian besar ada yang patuh memakai tapping box, hanya saja masih saja ada yang tidak memakai itu kami ketahui ketika pengawasan rutin, dan terpantau langsung juga di kantor apabila WP itu tidak mengaktifkan alat," ujarnya.

Andre menegaskan pihak BPPRD telah menyediakan layanan apabila terjadi kendala pada alat tapping box. Sehingga menurutnya tidak ada alasan lagi bagi WP untuk tidak mematuhi aturan pemerintah setempat, dengan tidak memakai alat yang sudah disediakan.

Winarko







Berita Terkait



Komentar