Proyektender

Kepala BLPBJ Lamsel Kelabakan Ditanya Soal Paket Proyek

( kata)
Kepala BLPBJ Lamsel Kelabakan Ditanya Soal Paket Proyek
Pembahasan RAPBD Perubahan tahun 2020, Jumat, 18 September 2020. Juwantoro

KALIANDA (Lampost.co) -- Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Lampung Selatan tidak dapat menjawab ketika ditanya terkait jumlah paket proyek yang ditender atau lelang pada 2020 oleh Badan Anggaran DPRD Lamsel dalam pembahasan RAPBD Perubahan tahun 2020, Jumat, 18 September 2020.

Ketua Badan Anggaran DPRD Lampung Selatan Agus Sutanto mempertanyakan berapa jumlah paket proyek yang ditenderkan pada tahun ini dan berapa yang sudah selesai ditender serta yang belum.

"Jika paket proyek yang ditender belum mencapai 50 persen. Itu artinya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) tidak perlu ditambah lagi anggaranya," ujar politisi Partai Golkar itu.

Menurut Agus Sutanto, Badan Anggaran DPRD Lampung Selatan ingin mengetahui jumlah paket proyek yang ditender dan sudah kontrak, agar hal itu pada tahun ini tidak menjadi Silpa kembali.

"Jadi, tolong bawa datanya kesini, agar bisa dijelaskan dalam rapat pembahasan," katanya.

Sementara itu, Muslim, salah seorang anggota Badan Anggaran DPRD Lampung Selatan meminta rapat pembahasan ditunda, lantaran pihak BLPBJ tidak membawa data.

"Kita dahulukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain saja," tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala BLPBJ Setkab Lampung Selatan Awaludin Wiranto, hanya dapat menyatakan paket proyek yang telah selesai tender 39 paket dari OPD, 10 paket proyek tender ulang dan proyek di Dinas PU-PR Lamsel 79 paket.

"Kami minta tambahan anggaran untuk server," ujarnya.

Kendati demikian, ketika ditanya berapa yang sudah selesai ditender paket proyek pada tahun 2020 ini. Awaludin Wiranto terlihat diam, tanpa dapat memberikan jawaban.

Winarko



Berita Terkait



Komentar