#PLN#MOBILLISTRIK

Kendaraan Siap Beralih pada Energi Listrik untuk Kurangi Emisi Gas Karbon

( kata)
Kendaraan Siap Beralih pada Energi Listrik untuk Kurangi Emisi Gas Karbon
Warga Bandar Lampung pengguna kendaraan listrik sudah bisa menggunakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di El's Coffee Roastery Jalan Soekarno Hatta (By Pass) Bandar Lampung. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Untuk mengurangi emisi gas karbon pemerintah mendorong masyarakat mulai menggunakan energi listrik pada kendaraan sehari-hari. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mulai disiapkan dibeberapa titik strategis di Provinsi Lampung.

Asisten Manager Komunikasi dan Manajemen PLN Unit Induk Distribusi Lampung, Darma Saputra mengatakan bahwa pihaknya tengah gencar mendirikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) karena sesuai arahan pemerintah untuk mendorong pengurangan emisi gas karbon. Kemudian beralih menggunakan mesin yang memanfaatkan energi baru dan terbarukan (EBT) serta net zero emission.

"Di Lampung, animo masyarakat pengguna kendaraan listrik sementara ini baru sepeda motor. Namun kedepan secara nasional diprediksi permintaan mobil listrik akan tinggi," katanya, Rabu, 1 Desember 2021.

Baca juga: Percepat Transisi Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Tambah Titik SPKLU Baru di Lampung

Di Provinsi Lampung ada 2 lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang sudah beroperasi yakni di Rest Area KM20B, Lampung Selatan, Jalan Tol Trans Sumatera dan di El's Coffee Roastery Jalan Soekarno Hatta (By Pass) Bandar Lampung. Kemudian, pada minggu kedua Desember 2021 akan didirikan SPKLU di Rest Area KM49A Jalan Tol Trans Sumatera Lampung Selatan.

"Kami mendukung upaya pemerintah untuk sama-sama mengurangi emisi di bumi. Energi listrik merupakan energi yang bersih, ekonomis, ramah lingkungan dan praktis," ujar dia.

Darma menjelaskan Lampung adalah pintu gerbang Pulau Sumatera. Maka, infrastruktur yang mendukung kendaraan listrik mesti terus didorong. PLN diperintahkan untuk membangun SPKLU. Dia juga mengatakan untuk harga pengisian (charging) listrik kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di SPKLU kurang lebih Rp2.466 per kilo Watt hour (kWh).

"Kendaraan listrik ini lebih murah ketimbang kendaraan yang menggunakan BBM. Waktu itu pernah dicoba, 1 Km menghabiskan Rp400 saja. Untuk motor, 1 baterai bisa menempuh jarak 50 Km," katanya. 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar