#beritalampung#beritabandarlampung#hukum

Kendalikan Peredaran Ganja dari Sel, Napi Lapas Rajabasa Dituntut Hukuman Mati

( kata)
Kendalikan Peredaran Ganja dari Sel, Napi Lapas Rajabasa Dituntut Hukuman Mati
Para terdakwa saat menjalani sidang. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co): Narapidana Lapas Kelas IA Bandar Lampung Iwan Kurniawan (27) dituntut hukuman mati atas peredaran 75 kg narkoba jenis ganja dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas IA Bandar Lampung, Senin, 12 September 2022.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Aftarini mengatakan Iwan terbukti bersalah melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Menjatuhkan pidana terhadap terdaka Iwan dengan pidana mati," ujar JPU saat membacakan tuntutan.

Sementara, dua pelaku lainnya yang membantu Iwan sebagai pengendali ganja yakni Femby Alfember (27) warga Rajabasa, dan Agung Diki Lestari (22) mahasiswa asal Lampung Tengah dituntut hukuman penjara seumur hidup.

Baca juga: Polisi Tangkap Perampok yang Sekap Karyawati Minimarket

Atas tuntutan tersebut, Iwan Kurniawan keberatan terhadap tuntutan dan akan mengajukan pledoi atau nota pembelaan. Pledoi akan disampaikan pekan depan dalam bentuk tertulis.

"Kami berharap majelis hakim nanti mempertimbangkan permohonan kami," ujar kuasa hukum Iwan, Tarmizi.

Perkara ini bermula pada 18 Maret 2022, saat Iwan menjadi narapidana di Lapas Rajabasa. Karena membutuhkan uang, ia menghubungi pelaku lainnya yakni Femby Alfember via WhatsApp pada 19 Desember 2021.

"Dengan mengatakan bahwa ia butuh uang dan meminta Femby membantunya mencari uang dengan menjadi gudang sementara dan menjadi perantara dalam jual beli ganja kering. Terdakwa menjanjikan akan memberikan upah per 1 kgnya sebesar Rp200.000," ujar JPU saat membacakan dakwaan beberapa waktu lalu.

Femby pun bersedia dan mengantarkan ganja tersebut ke nama-nama penerima yang diberikan oleh Iwan via pesan WhatsApp. Kemudian, pada 17 Maret 2022, Iwan kembali mengirim chat ke Femby untuk menjemput ganja yang totalnya 179 paket dengan upah Rp200 ribu per kg. Namun, Femby meminta upah diganti dengan 15 paket ganja untuk diedarkan oleh Femby.

Saat hendak menjemput ganja yang akan diambil, pada 18 Maret 2022 di Jalan Yulius Usman, Kelurahan Labuhan Ratu, Lampung, agar dibawa ke indekosnya yang terletak di Jaklan Dempo, Labuhan Ratu. Iwan pun menyuruh Femby untuk mengirimkan ganja tersebut ke beberapa penerima.

Setelah diantar ke beberapa penerima, pada 23 Maret 2022, ia pun mengajak rekannya Agung Diki untuk membantu mengantar dan membokar paket ganja yang dikirimkan dengan menggunakan satu unit mobil Toyota Agya warna abu-abu metalik B-1095 NML.

Saat hendak mengantarkan dan melintas di Jalan Sultan Haji, Kelurahan Kota Sepang, Femby dan Agung ditangkap anggota Polda Lampung. Aparat pun menemukan 75 kg ganja di dalam mobil. "Femby dan Diki mengakui bahwa 75 paket narkotika jenis ganja adalah milik terdakwa dan terdakwa akan mendapatkan upah dari menjual paket ganja dari Teuku (DPO) Rp89.500.000 jika semua paket sampai ke pembeli," katanya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar