#unila#pendidikan

Kendala Birokrasi Hambat Hilirisasi Penelitian Unila

( kata)
Kendala Birokrasi Hambat Hilirisasi Penelitian Unila
Rabakong, yakni mesin produksi pupuk berbahan batang singkong, menjadi salah satu produk Unila. Lampost.co/Andre


Bandar Lampung (lampost.co) -- Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Karomani, menyebut ada banyak produk hasil penelitian dosen dan mahasiswa Unila. Namun, birokrasi menjadi penghambat untuk proses hilirisasinya.

"Untuk apa ada inovasi, tapi tidak bisa dihilirisasi. Itu karena terkendala regulasi dan birokrasi," kata Karomani, saat pameran expo LPPM Unila, Kamis, 11 Agustus 2022. 

Ia mencontohkan Rabakong, yakni mesin produksi pupuk berbahan batang singkong. Menurutnya sudah lama didaftarkan standar nasional indonesia (SNI), tetapi belum keluar nomor daftarnya. "Kalau sudah dapat SNI, kita bisa taruh di e-katalog, sehingga bisa dipesan masyarakat luas," jelasnya.

Namun, persoalan yang belum diselesaikan adalah hilirisasi hasil karya inovasi dari universitas. Untuk itu, dia meminta birokrasi pemerintah tidak mempersulitnya. "Itu terhambat regulasi dan permodalan. Mungkin juga persaingan bisnis," tuturnya. 

Untuk itu, ia meminta pada HUT ke 57 Unila bisa berkarya nyata bukan sekedar kata-kata. "Semua untuk kemajuan Unila jaya," jelasnya. 

Ia berharap ke depannya dana penelitian dapat meningkat dan dapat bermanfaat untuk peneliti. "Apa gunanya hasil penelitian jika cuma masuk laci," terangnya.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar