#lampung#lamsel#retribusi#pasarinpreskalianda

Kenaikan Tarif Retribusi di Pasar Inpres Kalianda Urung Dilakukan

( kata)
Kenaikan Tarif Retribusi di Pasar Inpres Kalianda Urung Dilakukan
Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto tengah berbicara dengan Kadis Perdagangan dan Perindustrian Lamsel Yusri ketika sidak Ppasar Inpres, Kalianda, Senin, 2 Desember 2019. Lmapost.co/Juwantoro

Kalianda (Lampost.co) -- Rencana kenaikan tarif retribusi kebersihan di Pasar Inpres, Kalianda, Lampung Selatan, batal diterapkan tahun depan. Pasalnya, Pelakaana Tugas (Plt) Bupati Lamsel Nanang Ermanto meminta tarif retribusi persampahan memakai tarif yang lama.

Hal ini terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) Plt Bupati, Senin, 2 Desember 2019. "Ya, tadi Bapak (Plt bupati Nanang Ermanto) minta agar tarif yang diberlakukan tidak berubah dan masih menerapkan tarif yang lama," ujar juru bicara Pemkab Lampung Selatan Akar Wibowo.

Selain berdiskusi soal rencana kenaikan tarif retribusi kebersihan pasar, dalam sidak itu Plt Bupati menanyakan soal harga dan stok barang kebutuhan bahan pokok menjelang  Natal 2019 dan Tahun Baru 2020  (Nataru). "Ya, Pak Plt Bupat Lampung Selatan pun tanya-tanya soal stok barang dan harga sembako jelang Nataru kepada para pedagang. Alhamdulillah, stok sembako aman dan harga pun masih relatif terjangkau oleh masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, diberitakan Lampost.co, rencana kenaikan retribusi persampahan telah sampai informasinya ke para pedagang di Pasar Inpres Kalianda. Hal ini cukup memberatkan para pedagang.

Sebab, berdasarkan Perbup 55/2017 tentang Petujuk Pelaksana Peraturan Daerah tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan dan Penetapan Tarif Retribusi Pelayanan Kebersihan naik cukup tinggi. Tarif retribusi kebersihan toko dari Rp15 ribu menjadi Rp50 ribu/bulan. Kemudian, retribusi kios dari  Rp10 ribu menjadi Rp45 ribu, los dari Rp7.500 naik menjadi Rp30 ribu, dan hamparan dari Rp1.000 naik menjadi Rp1.500/bulan.

Muharram Candra Lugina

Berita Terkait

Komentar