#pertalite#beritalampung#beritaterkini

Kenaikan Pertalite Bebani Masyarakat

( kata)
Kenaikan Pertalite Bebani Masyarakat
(Foto: Dok. MTVN)


BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Pengamat kebijakan ekonomi Universitas Lampung Asrian Hendi Caya menyatakan, kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite akan berimplikasi pada semua sektor seperti kenaikan ongkos belanja masyarakat yang membebani ekonomi rakyat. "Kenaikan pasti menambah beban ekonomi apalagi pendapatan belum naik," kata dia kepada lampost.co, Kamis (29/3/2018).


Menurutnya, konsekuensi kenaikan pertalite yakni berdampak pada kenaikan tarif angkutan barang yang tidak ada penetapan dari pemerintah. Kenaikan barang akan berimbas pada kenaikan harga sedangkan pendapatan masyarakat tidak naik.

Kenaikan pertalite disebabkan oleh harga minyak mentah dunia yang melambung diperparah dengan harga dolar yang naik. "Kenaikan memang tidak bisa dihindarkan," ujarnya.

Dirinya menambahkan, pemerintah harus menaikkan daya beli masyarakat secara tidak langsung seperti pajak dikurangi, bahkan UKM dikenakan pajak, perizinan usaha juga dipermudah sehingga pengusaha kecil bisa bertahan di tengah kenaikan pertalite.

Pemerintah juga bisa mengurangi beban masyarakat melalui berbagai kebijakan seperti di sektor pangan, kesehatan, dan pendidikan bisa disubsidi oleh pemerintah sehingga beban masyarakat tidak berat usai kenaikan pertalite ini. "Untuk UMKM dan karyawan bisa mengurangi pajak, seperti karyawan yang membayar pajak melalui NPWP bisa disubsidi," imbuhnya.

 

Setiaji Bintang Pamungkas








Berita Terkait



Komentar