#BI#hargapangan#inflasi

Kenaikan Harga Pangan Penyumbang Utama Inflasi di Lampung

( kata)
Kenaikan Harga Pangan Penyumbang Utama Inflasi di Lampung
Ilustrasi. Sejumlah bahan pokok di Pasar Tradisional Gedongtataan Pesawaran mengalami kenaikan harga. Lampost.co/ Putra Pancasila Sakti


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga bahan pangan seperti cabai dan bawang dalam beberapa pekan ini terus mengalami peningkatan.

Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung menilai pada bulan Juni 2022, kelompok komoditas bahan pangan bergejolak diperkirakan akan menjadi penyumbang utama tekanan inflasi.

Hal tersebut sejalan dengan meningkatnya harga komoditas cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.

Baca Juga : Harga Cabai di Pesawaran Tembus Rp100 Ribu

Berdasarkan daftar harga bahan pangan yang dipublikasikan melalui hargapangan.id atau Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), rata-rata harga cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah pada Juni 2022 (sampai minggu ke-3) masing-masing tercatat sebesar Rp70.642 per kg; Rp79.638 per kg; dan Rp45.135 per kg.

"Tekanan kenaikan harga aneka cabai yang meningkat dengan kuat sejalan dengan minimnya pasokan yang tersedia," ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Budiyono, melalui keterangan tertulis yang diterima Lampung Post, Senin, 20 Juni 2022.

Menurutnya hal tersebut disebabkan oleh fenomena gagal panen cabai merah dan cabai rawit di daerah penghasil khususnya Lampung Barat dan Lampung Selatan sebagai dampak dari curah hujan dan tingkat kelembaban yang relatif masih tinggi di bulan Mei.

Lebih lanjut, fenomena gagal panen karena faktor cuaca juga terjadi di sentra produksi cabai, yaitu di Sukabumi, Jawa Barat, yang mengakibatkan terbatasnya pasokan cabai yang umumnya diimpor dari Jawa Barat. Selain aneka cabai, harga bawang merah juga meningkat terutama dipengaruhi oleh faktor cuaca yang mengganggu pola tanam dan meningkatkan populasi organisme pengganggu tanaman (OPT).

Menyikapi kenaikan harga tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Lampung, melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), berupaya untuk melakukan stabilisasi harga aneka cabai dan bawang merah, di antaranya penyelenggaraan pasar murah, sosialisasi gerakan tanam cabai dan pemanfaatan cabai kering, pemanfaatan KUR sebagai modal untuk meningkatkan luas lahan tanam, serta mendorong inovasi dan digitalisasi dalam kegiatan produksi aneka cabai dan bawang merah.

Dian Wahyu K








Berita Terkait



Komentar