#Pertanian#kedelai

Kenaikan Harga Kedelai bikin Pengrajin Tempe Serba Salah

( kata)
Kenaikan Harga Kedelai bikin Pengrajin Tempe Serba Salah
Helmi Sandi dan Istri merapihkan dagangannya usai berdagang tempe dan tahu di Pasar Kangkung, Teluk Betung, Bandar Lampung, Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitu, adagium yang dikeluhkan para pengerajin tempe dan tahu di Lampung. Pandemi covid-19 yang dirasakan mereka berimbas pada daya beli yang menurun, kini kian lengkap dengan harga kedelai yang makin terkerek naik.

Terlebih harga kedelai impor asal Amerika Serikat (AS). Pada awal Juni, harga kedelai berada di kisaran USD15,42/Bushels atau sekitar USD566/ton. Kondisi itu menjadikan landed price berada di kisaran Rp9.376/kilogram, sementara di tingkat importir berada di kisaran Rp10.206/kilogram. Bahkan, menurut para pengrajin di beberapa wilayah, harga kedelai telah mencapai Rp11.000 untuk setiap kilogramnya. 

Salah satu pedagang tempe dan tahu di Pasar Kangkung, Teluk Betung, Helmi Sandi menyebut kenaikan harga kedelai sangat berimbas terhadap dagangannya. Helmi mengaku serba salah, jika harga jual tempe dan tahu ikut naik, pembeli bisa menyingkir. Sementara jika ukurannya diperkecil, mereka pun akan komplain.

"Pada akhir tahun kemarin harga kedelai sudah naik. Tapi, pada awal tahun dan sekarang naik lagi sampai belasan ribu rupiah," katanya kepada Lampost.co, Minggu, 6 Juni 2021.

Baca: Pemprov Siap Tanam Varietas Kedelai Unggul

 

Ia mengatakan, saat ini harga tempe dibanderolnya antara Rp.1.500 sampai 5.000,- per potong. Sementara untuk tahu dijual dengan harga Rp.2.500 hingga 7.000,-.

"Harapannya pemerintah bisa lebih perhatian kepada pedagang kecil dengan memberikan bantuan dan menstabilkan harga," katanya.

Sementara itu penggiat usaha tempe di Gunung Sulah, Suyitno menceritakan, kenaikan harga kedelai belum membuatnya berinisiatif mengubah harga jual tempe dan tahu. Suyitno mengaku masih menjual tempenya dari Rp1.000 sampai Rp10.000,-

"Harga jual tempe dan tahu ini kan susah naikinnya. Wacana bantuan pemerintah juga ada, tapi dari dulu belum ada tindak lanjutnya. Kami ingin harga kedelai standar Rp.7.000,- per kilogram," katanya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar