#rokok#cukai#harga

Kenaikan Cukai Memancing Pertumbuhan Rokok Ilegal

( kata)
Kenaikan Cukai Memancing Pertumbuhan Rokok Ilegal
Ilustrasi.Medcom.id/M Rizal

Jakarta (Lampost.co): Rencana kenaikan cukai rokok pada 2020 berpotensi melahirkan persoalan baru. Kenaikan cukai rata-rata 23 persen bisa mendorong pertumbuhan rokok ilegal.

Peneliti Ilmu Ekonomi Universitas Padjadjaran Bayu Kharisma mengatakan, kenaikan cukai diiringi kenaikan harga jual rokok akan memberi dampak luas. Apalagi, konsumen rokok Indonesia sangat sensitif terhadap harga.

“Konsumen akan beralih ke produk murah, seperti rokok ilegal yang tidak membayar cukai,” kata Bayu, Rabu, 18 September 2019.

Menurut Bayu, pemerintah harus cermat. Jangan sampai tujuan kenaikan cukai untuk penerimaan negara berbalik menjadi penghindaran pajak karena banyak beredar rokok ilegal.

Kondisi itu terjadi di Malaysia. Peredaran rokok ilegal di negeri jiran marak karena harga rokok eceran tinggi: USD4,11. Data Oxford Economics, peredaran rokok ilegal di Malaysia pada 2017 sebesar 55,5 persen.

“Rokok ilegal di Malaysia dari Filipina, Indonesia, dan Vietnam. Potensi kehilangan penerimaan pemerintah Malaysia cukup tinggi sekitar USD3,3 miliar,” terang Bayu.

Kenaikan cukai juga akan menurunkan volume produksi rokok. Walhasil, performa perusahaan rokok kian turun, dan kelangsungan dari jutaan pekerja yang bergantung pada industri ini akan terancam.

Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (GAPRINDO), Muhaimin Moeftie, mengatakan kenaikan cukai akan mengimpit industri rokok nasional yang saat ini sudah dalam kondisi menurun.

Pada dampak yang lebih luas, ia juga menekankan potensi meningkatnya rokok ilegal di masyarakat, serta imbas yang akan terjadi pada mata pencaharian pekerja, serta petani tembakau dan cengkeh yang akan mengalami kerugian akibat bahan baku tak dapat diserap.

"Kenaikan cukai ini akan mendorong terjadinya inflasi lebih tinggi di masyarakat, mengingat andil rokok yang cukup besar," jelas dia.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan kenaikan cukai tersebut dirapel atau sekaligus untuk waktu dua tahun sebelumnya yang tidak mengalami kenaikan.

"Naiknya kan rapelan. 2019 kan diputuskan enggak naik. Kenaikan sekarang dari tarif 2018. Naik rapelan dua tahun berarti," jelas Suahasil.

Medcom



Berita Terkait



Komentar