napoleonlaut

Kemunculan Ikan Napoleon Tanda Pulihnya Terumbu Karang

( kata)
Kemunculan Ikan Napoleon Tanda Pulihnya Terumbu Karang
ANTARA FOTO/Aji Styawan Ilustrasi: Sejumlah ikan berada di sekitar terumbu karang di wilayah peraian konservasi Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ), Jepara Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/324757-ikan-napoleon-muncul-kkp-sebut-terumbu-ka


Jakarta  (Lampost.co) -- Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Aryo Hanggono mengungkapkan penampakan ikan Napoleon menjadi tanda bahwa terumbu karang di wilayah kawasan perairan Pekanbaru, Riau kian pulih.

Ikan dengan nama latin Cheilinus undulatus itu menjadi indikator bahwa alam bawah laut setempat dalam kondisi baik terutama di Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) TWP Pieh dan laut di sekitar. 

"Ikan napoleon termasuk ikan karang berukuran besar. Sepanjang hidupnya, selalu berasosiasi dengan terumbu karang atau di habitat-habitat yang berdekatan terumbu karang," ujar Aryo, Kamis, 2 Juli 2020.

Aryo menambahkan, sebagai aset wisata bahari, ikan napoleon termasuk jenis yang dilindungi secara terbatas melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 37 Tahun 2018 dan termasuk dalam daftar apendiks II CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

"Melalui monitoring rutin, kondisi ekosistem dan biota laut yang ada dalam kawasan konservasi diharapkan dapat diketahui secara berkala sehingga ada atau tidaknya dampak akibat tekanan dari pemanfaatan terhadap sumber daya tersebut juga dapat diketahui," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru Fajar Kurniawan menjelaskan monitoring biofisik TWP Pieh merupakan agenda rutin tiap tahun sebagai instrumen pengelolaan kawasan konservasi perairan demi mewujudkan sumber daya laut yang lestari dan berkelanjutan.

Selain itu, ujar dia, pelaksanaan monitoring biofisik di masa pandemi covid-19 dilaksanakan dengan menerapkan protokol normal baru. Berdasarkan data, pada 2019 tercatat tutupan karang TWP Pulau Pieh sebesar 39,45%, sedangkan beberapa tahun sebelumnya atau tepatnya pada 2015 tutupan karangnya sebesar 28,38%.

"Pengamatan terumbu karang ini dilakukan dengan menggunakan metode underwater photo transect (UPT) atau transek foto bawah air. Sedangkan pengamatan ikan karang dilakukan pada setiap titik transek permanen dengan menggunakan metode underwater fish visual census (UVC)," tutur Fajar.

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan lokasi monitoring biofisik pada 2020 difokuskan di 14 titik pengamatan yang tersebar di sekitar perairan Pulau Air, Pulau Pieh, Pulau Bando, Pulau Pandan dan Pulau Toran. Selama kegiatan monitoring, tim berhasil menjumpai salah satu biota laut yang dilindungi yaitu Ikan napoleon

 

Media Indonesia






Berita Terkait



Komentar