#LIMBAHMEDIS#BERITALAMPUNG

Kementerian Lingkungan Hidup Atensi Limbah Medis di Lampung

( kata)
Kementerian Lingkungan Hidup Atensi Limbah Medis di Lampung
Layar Tangkap Direktur Jenderal PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rose Vivien Ratnawati saat diskusi virtual Hari Peduli Sampah Nasional 2021 Tingkat Provinsi Lampung, Kamis, 25 Februari 2021. (Lampost.co/Triyadi Isworo)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) memberikan atensi atau memperhatikan limbah medis khususnya limbah infeksius Bahan Beracun Berbahaya (B3) di Provinsi Lampung. 


Berdasarkan data timbunan Covid-19 dari kegiatan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung periode 2020. Dari bulan Mei sampai Desember 2020 di Lampung terdapat 17.187,68 kg (17,1 ton) limbah medis covid-19. Kota Bandar Lampung menjadi daerah penyumbah limbah sampah terbanyak dengan total 5.192 kg (5,1 ton).


Direktur Jenderal PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rose Vivien Ratnawati mengatakan bahwa sampah masker saat ini menjadi perbincangan oleh semua pihak. Ia berharap pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota bekerja serius menyikapi limbah infeksius ini.


"Sampah masker, sekarang kami sedang pandemi covid-19, rame sekali berbicara limbah medis. Saya berharap temen-temen provinsi dan kabupaten/kota memantau rumah sakit, bagaimana mereka mengelola limbah infeksius covid-19," kata Rose Vivi saat diskusi virtual Hari Peduli Sampah Nasional 2021 Tingkat Provinsi Lampung, Kamis, 25 Februari 2021.


Selanjutnya, ia menjelaskan Menteri Lingkungan Hidup dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Siti Nurbaya sudah membuat Surat Edaran Nomor: SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Covid-19. Ia juga meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi/Kabupaten/Kota untuk membuat laporan secara reguler agar limbah mendis bisa dikelola baik dan terpantau.


"Limbah ini harus dimusnahkan dengan incinerator dengan suhu diatas 800 derajat celcius. Kami akan melakukan pengecekan disetiap daerah. Pihak kepolisian juga melakukan pengecekan. Ayo sama-sama berkomitmen terkait pengelolaan sampah. Masyarakat Lampung juga harus bergerak mengelola sampah dengan baik," katanya.


Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Syahrudin Putra mengajak semua pihak untuk bersama-sama peduli lingkungan dan mengelola limbah medis dengan baik. "Kami juga terus mengingatkan kepada rumah sakit untuk taat aturan. Kemudian masyarakat juga bisa menjadi polisi-polisi yang sigap menindak dan melapor bila ada oknum yang membuang limbas sembarangan," katanya. (TRI)


 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar