#orangutan#pusatpenelitian#kalimantan#lingkungan

Kementerian LHK Bangun Pusat Penelitian Orangutan

( kata)
Kementerian LHK Bangun Pusat Penelitian Orangutan
Pusat Penelitian Orangutan/PPO (Orangutan Reseacrh Center) di Samboja, Kalimantan Timur. (Foto:Google)


JAKARTA (Lampost.co)--Mendukung upaya penyelamatan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeussp.), Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), membangun Pusat Penelitian Orangutan/PPO (Orangutan Reseacrh Center) di Samboja, Kalimantan Timur.

"PPO yang dibangun di awal tahun 2017, merupakan hasil kerjasama antara Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi KSDA (BLI KLHK), Balai KSDA Kalimantan Timur (Ditjen KSDAE), dan Yayasan Jejak Pulang," kata Karo Humas Kementerian LHK, di Jakarta, Sabtu (7/10/2017).

Kepala Balitek KSDA, Ahmad Gadang Pamungkas, mengatakan PPO tidak hanya sebagai pusat penyelamatan, namun sebagai penyedia kajian Iptek terkait rehabilitasi dan reintroduksi, sehingga dapat diperoleh metode rehabilitasi dan pelepasliaran yang tepat.
Gadang menilai banyaknya orangutan yang masuk pusat rehabilitasi dan reintroduksi, menunjukkan belum optimalnya upaya mengurangi konflik orangutan, seperti pembangunan koridor satwa, kawasan ekosistem esensial dan pusat penyelamatan orangutan.
"Masih terdapat kelemahan dalam pusat rehabilitasi, dan hal ini mempengaruhi keberhasilan paska pelepasliaran dan berimplikasi pada hasil penelitian," ujar Gadang di Samboja, pekan lalu.

Inisiasi penelitian orangutan di PPO dilatarbelakangi oleh kondisi normal orangutan, yang akan mendampingi anaknya sampai usia kurang lebih 8 tahun. Pada masa-masa penting tersebut, anak orangutan akan diajarkan cara-cara mengenali pakan (apa, dimana, dan kapan), memproses pakan, serta mengenali bahaya.

Gadang juga menjelaskan bahwa, metode pengasuhan masih digunakan dalam penelitian ini, sedangkan observasi lebih lanjut dilakukan dalam bentuk sekolah dan akademi hutan, populasi paska pelepasliaran, kelayakan area pelpasliaran, dan penyebaran penyakit.

PPO secara teknis dikelola oleh Balitek KSDA Samboja, dan berlokasi di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja Km. 6, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Saat ini, terdapat 6 (enam) individu Orangutan di Pusat ini, yang dinamakan Robin, Amalia, Eska, Tegar, Cantik, dan Gonda. Keseluruhan orangutan ini merupakan hasil penyerahan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara dan masih berusia dini (0-8 tahun).

Selain sebagai pusat penelitian, rehabilitasi, dan reintroduksi, PPO juga dikelilingi oleh kawasan yang memiliki berbagai potensi jasa lingkungan, seperti tumbuhan obat, kawasan air terjun, serta kebun benih yang sekaligus menjadi konservasi eksitu untuk beberapa tumbuhan endemik Kalimantan.

Kepala BLI KLHK, Henry Bastaman berharap PPO tidak hanya dapat meningkatkan keberhasilan usai pelepasliaran orangutan di alam, namun dapat berkontribusi dalam penyusunan regulasi, dan kebijakan terkait program rehabilitasi dan reintroduksi orangutan.

Hesma Eryani







Berita Terkait



Komentar