#PSBB#pangan

Kementan Segera Pasok Pangan ke Wilayah Defisit

( kata)
Kementan Segera Pasok Pangan ke Wilayah Defisit
dok Lampost.co


Jakarta (Lampost.co) --  Sejumlah daerah yang mengalami defisit selama penanganan covid-19 akan menerima pasokan pangang dari Kementerian Pertanian. Meski pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah wilayah masih berlangsung, namun proses distribusi bahan pokok tersebut dipastikan berjalan lancar.
 
"Artinya, tidak ada lockdown, tidak ada isolasi, tidak melakukan penguncian dan tidak membuat rintangan terhadap distribusi pangan," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui keterangan tertulis, Jumat, 1 Mei 2020.
 
Syahrul memastikan stok kebutuhan pangan nasional mencukupi. Hal ini didasarkan pada musim panen, produksi, dan kebutuhan konsumsi bulanan.

Adapun stok beras hingga Juni 2020 diperkirakan surplus 6,4 juta ton, jagung surplus 1,01 juta ton dan bawang merah surplus 330.384 ton.
 
Khusus komoditas beras, stok akhir Maret 2020 sebanyak 3,45 juta ton, yang ada di Bulog 1,4 juta ton, di penggilingan 1,2 juta ton, di pedagang 754 ribu ton, dan di Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) 2.939 ton. Jumlah tersebut belum termasuk stok di masyarakat lainnya seperti di rumah tangga dan horeka.
 
Untuk produksi April - Juni 2020 diperkirakan sekitar 10,5 juta ton, dengan prediksi penurunan 4 persen dari produksi yang sudah dirilis BPS. Dengan serapan kebutuhan April-Juni sekitar 7,6 juta ton, ditambah dengan stok di akhir Maret, maka akan ada surplus 6,4 ton di akhir Juni.
 
Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi mengatakan tujuh provinsi yang mengalami defisit sebagaimana disampaikan presiden akan ditutupi oleh 27 provinsi lain.
 
"Stok (beras) awal April sebesar 3,45 juta ton cukup untuk memenuhi kebutuhan wilayah yang defisit," ujar Agung.

Medcom







Berita Terkait



Komentar